Home Cerita Xpeng Mau Caplok Pabrik Volkswagen di Eropa

Xpeng Mau Caplok Pabrik Volkswagen di Eropa

2
0
Xpeng VLA-teknologi kecerdasan buatan terbaru dari Xpeng. (Xpeng)

JAKARTA, AVOLTA – Xpeng dikabarkan tengah menjajaki untuk mengambil alih pabrik milik Volkswagen di Eropa. Langkah ini, menjadi bagian dari strategi ekspansi agresif Xpeng di pasar global, sekaligus upaya untuk memperkuat produksi lokal di tengah tekanan impor kendaraan listrik dari Cina.

Disitat dari ArenaEV, pembicaraan tersebut muncul setelah Volkswagen membuka peluang untuk berbagi kapasitas produksi dengan mitra asal Cina. Kondisi itu terjadi karena sejumlah fasilitas produksi pabrikan Jerman tersebut kini mengalami kelebihan kapasitas akibat penurunan permintaan pasar di Benua Biru.

Elvis Cheng, Managing Director XPeng untuk wilayah Eropa Timur Laut mengatakan bahwa perusahaan sedang berdiskusi dengan Volkswagen, untuk mencari lokasi produksi yang cocok di kawasan Eropa. Namun, dirinya juga mengisyaratkan bahwa beberapa fasilitas lama milik Volkswagen dinilai belum sepenuhnya sesuai, dengan kebutuhan produk generasi terbaru XPeng.

Saat ini, XPeng memproduksi mobil untuk pasar Eropa melalui kerja sama dengan Magna Steyr di Austria. Namun, kapasitas produksi fasilitas tersebut disebut mulai terbatas seiring lonjakan ekspor kendaraan XPeng ke luar negeri.

Pada April 2026 saja, ekspor XPeng dilaporkan mencapai rekor baru dengan lebih dari 6.000 unit kendaraan terkirim ke berbagai negara.

Selain membeli fasilitas yang sudah ada, XPeng juga mempertimbangkan membangun pabrik baru di Eropa. Pilihan tersebut dinilai lebih ideal, apabila fasilitas lama tidak mampu memenuhi standar platform kendaraan masa depan mereka. Langkah ini sekaligus menjadi cara XPeng memperkuat posisi di pasar Eropa yang kini semakin kompetitif.

Di sisi lain, Volkswagen juga tengah melakukan restrukturisasi besar-besaran untuk mengurangi kapasitas produksi di Eropa. Pabrikan asal Jerman itu, bahkan disebut ingin memangkas kapasitas hingga ratusan ribu unit per tahun demi menyesuaikan kondisi pasar otomotif saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here