Toyota dikabarkan tengah mengembangkan skuter berbasis hidrogen, dengan basis menggunakan Suzuki Burgman 400. Paten terkait model energi baru terbarukan ini, bahkan sudah diajukan, dan menjadi sinyal kuat jenama asal Jepang ini, merambah segmen mobilitas kecil berbasis energi alternatif.
Disitat dari Carandbike, dari dokumen paten yang diajukan, skuter ini tidak menggunakan sistem pengisian bahan bakar konvensional seperti kendaraan hidrogen pada umumnya.
Sebaliknya, kendaraan ini mengandalkan tabung hidrogen yang bisa dilepas dan diganti. Artinya, pengguna cukup menukar tabung kosong dengan yang sudah terisi penuh di stasiun khusus, tanpa perlu menunggu proses pengisian ulang.
Konsep ini dinilai jauh lebih praktis, terutama untuk kendaraan roda dua yang membutuhkan efisiensi waktu dan kemudahan penggunaan.
Sistem tabung hidrogen yang dapat diganti juga memungkinkan desain tetap ringkas tanpa harus mengorbankan keseimbangan atau ruang penyimpanan, sebuah tantangan utama pada kendaraan kecil berbasis fuel cell.
Secara teknis, skuter ini memanfaatkan teknologi fuel cell, di mana hidrogen bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan listrik sebagai sumber tenaga. Proses ini hanya menghasilkan air sebagai emisi, sehingga jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan mesin berbahan bakar fosil.
Menariknya, pengembangan ini bukan sepenuhnya hal baru. Basis teknologi yang digunakan disebut-sebut berasal dari prototipe Burgman hidrogen yang pernah diperkenalkan sebelumnya. Kolaborasi antara Toyota dan Suzuki dalam pengembangan teknologi hidrogen untuk kendaraan kecil juga menjadi faktor penting di balik proyek ini.




