Home Cerita Tesla Coret Proyek Pabrik di India

Tesla Coret Proyek Pabrik di India

3
0
Produksi Tesla di gigafactory Texas, AS. (tesla)

NEW DELHI, AVOLTA – Tesla dikabarkan membatalkan rencana pembangunan pabrik kendaraan listrik di India, dan kemungkinan besar akan tetap mengandalkan skema impor untuk menjual mobilnya di negara tersebut.

Meski belum ada konfirmasi resmi dari Tesla, sejumlah laporan menyebut produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS) itu mulai menjauh dari proyek manufaktur lokal di India. Demikian melansir Rushlane, Kamis (28/5/2025).

Saat ini Tesla memang sudah memasarkan mobilnya di India melalui jalur Completely Built Unit (CBU) atau impor utuh dari pabrik mereka di Shanghai, Cina. Namun sebelumnya Tesla sempat dikabarkan mempertimbangkan pembangunan fasilitas produksi lokal untuk memperkuat bisnisnya di pasar otomotif terbesar ketiga dunia tersebut.

Beberapa faktor disebut menjadi penyebab utama Tesla mengurungkan niat membangun pabrik di India. Salah satunya adalah rantai pasok lokal dan ekosistem industri yang dinilai belum siap mendukung operasional Gigafactory Tesla.

Selain itu, ketidakpastian regulasi dan kebijakan pemerintah India juga dianggap menjadi hambatan serius bagi investasi jangka panjang Tesla.

Tesla juga disebut melihat potensi pasar kendaraan listrik premium di India masih cukup terbatas. Sejak mulai beroperasi di India pada Juli 2025 hingga April 2026, total penjualan Tesla dilaporkan hanya sekitar 383 unit. Tingginya harga jual akibat bea impor membuat mobil Tesla sulit menjangkau pasar yang lebih luas di India.

Pemerintah India sebenarnya sempat menawarkan insentif besar berupa penurunan bea impor kendaraan listrik menjadi hanya 15 %. Namun syaratnya, produsen wajib berinvestasi minimal 500 juta dollar AS dan memulai produksi lokal dalam waktu tiga tahun. Tesla dikabarkan tidak menyetujui skema tersebut dan memilih tetap menggunakan jalur impor.

Selain persoalan India, kondisi global Tesla saat ini juga diyakini memengaruhi keputusan tersebut. Kapasitas produksi Gigafactory Tesla di berbagai negara saat ini baru terpakai sekitar 60 % akibat perlambatan pertumbuhan pasar kendaraan listrik global. Dengan kondisi tersebut, pembangunan pabrik baru dinilai belum menjadi prioritas perusahaan.

Tesla juga disebut tengah menghadapi tekanan kompetisi di berbagai pasar utama. Di Amerika Serikat mulai mendapat tekanan dari Ford, General Motors, hingga Hyundai-Kia. Sementara di Tiongkok, persaingan semakin ketat dengan hadirnya BYD, Li Auto, hingga Xiaomi yang agresif di pasar kendaraan listrik.

Meski demikian, sejumlah laporan lain menyebut kabar pembatalan pabrik India belum sepenuhnya final. Financial Express bahkan melaporkan bahwa pihak Kementerian Industri Berat India membantah klaim bahwa Tesla resmi membatalkan proyek tersebut.

Pemerintah India menyebut berbagai laporan yang beredar masih bersifat spekulatif dan belum ada pengumuman resmi dari Tesla.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here