Home Cerita Malaysia Susun Aturan Mobil Otonom, Minta Masukan Publik

Malaysia Susun Aturan Mobil Otonom, Minta Masukan Publik

8
0

KUALA LUMPUR, AVOLTA – Pemerintah Malaysia mulai mempercepat pengembangan kendaraan otonom dengan menyusun roadmap nasional untuk teknologi autonomous vehicle.  

Penyusunan peta jalan tersebut dilakukan oleh Kementerian Transportasi Malaysia bersama Malaysian Institute of Road Safety Research (MIROS) dan Futurise, anak perusahaan Cyberview. Demikian melansir Paultan, Kamis (21/5/2026).

Menariknya, pemerintah Malaysia juga membuka konsultasi publik agar masyarakat ikut memberikan masukan terkait arah pengembangan kendaraan tanpa sopir di negara tersebut.

Dalam pernyataannya, MIROS menyebut roadmap ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk membangun arah pengembangan kendaraan otonom yang lebih strategis, bertahap, dan berorientasi pada keselamatan.

Nantinya roadmap tersebut akan menjadi acuan nasional dalam penyusunan kebijakan, regulasi, standar keselamatan, kesiapan infrastruktur, mekanisme pengujian, hingga pembentukan ekosistem industri kendaraan otonom di Malaysia.

Pemerintah Malaysia juga ingin memastikan masyarakat memiliki ruang untuk ikut terlibat sebelum aturan resmi diterapkan. Karena itu, publik diberikan kesempatan menyampaikan pandangan dan masukan hingga 30 Juni 2026.

Masukan tersebut nantinya akan membantu pemerintah menentukan prioritas, tantangan, peluang, serta arah pengembangan kendaraan otonom di masa depan. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Malaysia mulai serius mengejar teknologi autonomous driving.

Wakil Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia, Sim Tze Tzin, sebelumnya mengatakan negara tersebut menargetkan kemampuan autonomous driving Level 3 bisa diterapkan pada 2030.

Pada level ini, kendaraan sudah mampu mengemudi sendiri dalam kondisi tertentu tanpa intervensi terus-menerus dari pengemudi, meski manusia tetap harus siap mengambil alih ketika dibutuhkan.

Selain fokus pada teknologi kendaraan, roadmap ini juga akan membahas kesiapan infrastruktur jalan dan sistem pengawasan.

Sebab kendaraan otonom membutuhkan dukungan besar dari sisi marka jalan, konektivitas digital, sistem komunikasi kendaraan, hingga pusat data lalu lintas agar dapat beroperasi dengan aman.

Sebelumnya, Malaysia juga sudah beberapa kali menggelar workshop dan diskusi industri terkait kendaraan otonom bersama berbagai pihak, termasuk regulator, perusahaan teknologi, dan pelaku industri otomotif. Salah satu agenda yang sempat dibahas adalah integrasi teknologi autonomous vehicle dengan konsep smart city dan mobilitas masa depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here