Home Cerita Industri Thailand Teriak: Pajak Mobil Listrik Cina Wajib Naik

Industri Thailand Teriak: Pajak Mobil Listrik Cina Wajib Naik

3
0
Great Wall Motor pilih Thailand untuk bangun pabrik baterai EV (Reuters)

BANGKOK, AVOLTA – Industri otomotif Thailand mulai merasa tertekan akibat derasnya mobil listrik impor murah dari Cina.

Sejumlah asosiasi otomotif di negara tersebut kini melobi pemerintah agar menaikkan pajak kendaraan listrik completely built-up (CBU) asal Tiongkok demi melindungi industri lokal dan rantai pasok komponen otomotif domestik. Demikian melansir Paultan, Sabtu (16/5/2026).

Koalisi yang terdiri dari 10 asosiasi otomotif Thailand dan mewakili lebih dari 1.500 pelaku industri meminta pemerintah menaikkan pajak cukai mobil listrik impor menjadi minimal 32 %. Saat ini, kendaraan listrik yang diproduksi lokal di Thailand hanya dikenakan pajak sekitar 2 % berkat insentif pemerintah untuk mempercepat adopsi EV.

Menurut kelompok industri tersebut, perbedaan biaya produksi antara mobil listrik rakitan Thailand dan unit impor dari Cina bisa mencapai 30 hingga 40 %. Akibatnya, produsen lokal serta pemasok komponen otomotif kesulitan bersaing dengan kendaraan listrik impor yang dijual jauh lebih murah.

Mereka juga khawatir banyak produsen otomotif hanya memanfaatkan Thailand sebagai pasar penjualan tanpa benar-benar membangun basis produksi dan rantai pasok lokal yang kuat. Karena itu, asosiasi industri meminta pemerintah menerapkan aturan kandungan lokal atau local content hingga 80 % untuk kendaraan listrik yang dijual di Thailand.

Saat ini Thailand memang menjadi salah satu pusat industri otomotif terbesar di Asia Tenggara dan dijuluki “Detroit of Asia”. Industri otomotif di negara tersebut selama puluhan tahun menjadi tulang punggung ekonomi nasional, terutama melalui produksi kendaraan Jepang seperti Toyota, Honda, Isuzu, Mitsubishi, dan Nissan.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, peta industri mulai berubah drastis setelah merek-merek Tiongkok seperti BYD, Great Wall Motor, Neta, hingga MG agresif masuk ke pasar Thailand dengan mobil listrik berharga kompetitif.

Bahkan sejumlah merek Cina mulai membangun fasilitas produksi EV di Thailand untuk memanfaatkan insentif pemerintah setempat.

Di sisi lain, produsen dan pemasok komponen otomotif lokal mulai merasakan dampak penurunan permintaan komponen kendaraan bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE).

Pergeseran cepat menuju kendaraan listrik dinilai berpotensi mengganggu rantai pasok otomotif Thailand yang selama ini sangat bergantung pada produksi mesin konvensional.

Kelompok industri bahkan memperingatkan bahwa sektor otomotif Thailand bisa menghadapi krisis serius mulai 2027 ketika program insentif EV saat ini berakhir. Mereka meminta pemerintah segera mengubah kebijakan industri kendaraan listrik sebelum kondisi pasar semakin sulit dikendalikan.

Perdebatan soal perlindungan industri lokal dari serbuan mobil listrik Cina sebenarnya mulai terjadi di berbagai negara Asia Tenggara. Selain Thailand, Malaysia juga mulai membahas dampak masuknya kendaraan listrik murah impor terhadap produsen lokal dan industri komponen domestik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here