Home Cerita Chip Langka, Harga Mobil Listrik di Cina Mulai Naik

Chip Langka, Harga Mobil Listrik di Cina Mulai Naik

3
0

JAKARTA, AVOLTA – Industri kendaraan energi baru, atau Energy Vehicle (NEV) di Cina mulai menghadapi tekanan baru. Setelah perang harga berlangsung dalam beberapa tahun terakhir, kini sejumlah produsen mulai menaikkan harga jual mobil listrikakibat lonjakan biaya rantai pasok dan bahan baku.

Laporan media Cina menyebut lebih dari 15 produsen otomotif, termasuk BYD dan Xiaomi, telah melakukan penyesuaian harga baik untuk kendaraan maupun fitur pilihan tertentu. Kenaikan ini dipicu oleh melonjaknya harga chip memori, penyimpanan serta bahan mentah seperti lithium karbonat yang menjadi komponen penting baterai mobil listrik.

Tekanan biaya tersebut membuat sejumlah fitur teknologi untuk mobil listrik ikut terdampak. Salah satu contohnya datang dari BYD yang sebelumnya telah menaikkan harga sistem bantuan mengemudi LiDAR ADAS hingga US$ 1.660 atau sekitar Rp27 juta.

Situasi ini menjadi perubahan besar di pasar otomotif Cina yang sebelumnya dikenal agresif memangkas harga demi merebut konsumen. Bahkan, sejak akhir 2022, perang harga di industri otomotif Cina disebut semakin sengit setelah banyak merek berlomba memberikan diskon besar untuk mempertahankan pangsa pasar.

Di sisi lain, permintaan mobil listrik di Cina sebenarnya masih terus tumbuh pesat. Penetrasi kendaraan NEV di negara tersebut bahkan mencapai rekor baru sebesar 61,4 persen pada April 2026. Angka ini menunjukkan bahwa lebih dari separuh kendaraan baru yang terjual di Cina sudah menggunakan teknologi elektrifikasi.

Namun, meningkatnya permintaan justru membuat tekanan pada rantai pasok semakin besar. Kebutuhan baterai, semikonduktor, hingga material penting seperti lithium dan cobalt terus meningkat, sementara biaya energi global juga ikut melonjak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here