
BOLOGNA, AVOLTA – Langkah elektrifikasi penuh yang sempat digaungkan Lamborghini kini mengalami koreksi arah. Setelah hampir tiga tahun sejak konsep Lanzador diperkenalkan sebagai gambaran supercar listrik masa depan, pabrikan asal Italia itu memutuskan menghentikan proyek mobil listrik murninya.
Saat pertama kali diperlihatkan, Lanzador diproyeksikan menjadi model produksi pada tahun 2028. Namun dinamika pasar mobil premium ternyata tidak seantusias perkiraan awal.
Menjelang akhir 2024, jadwal peluncuran sempat mundur ke 2029, dan kini keputusan yang lebih tegas diambil, yaitu pengembangan versi listrik sepenuhnya resmi dibatalkan.
CEO Stephan Winkelmann mengungkapkan bahwa basis pelanggan Lamborghini belum siap meninggalkan mesin pembakaran internal.
Dalam wawancaranya dengan The Sunday Times, dikutip Rabu (25/2/2026) ia menegaskan minat konsumen terhadap supercar tanpa mesin V8 atau V12 nyaris tidak ada.
“Berinvestasi besar-besaran dalam pengembangan kendaraan listrik sepenuhnya ketika pasar dan basis pelanggan belum siap akan menjadi hobi yang mahal,” ujar Winkelmann.
Menurutnya, perusahaan membutuhkan waktu lebih dari setahun untuk mengevaluasi kelanjutan proyek tersebut. Prosesnya melibatkan diskusi panjang di internal manajemen, termasuk menyerap masukan dari jaringan diler dan pelanggan loyal.
Hasilnya, Lamborghini memutuskan menghentikan pengembangan EV murni pada akhir 2025. Meski demikian, nama Lanzador belum sepenuhnya ditinggalkan. Pabrikan masih membuka peluang menghadirkan model tersebut dalam format plug-in hybrid (PHEV) berbasis mesin bensin menjelang akhir dekade ini.





