Home Cerita CATL Dorong Era Baterai Sodium-Ion Naxtra Mulai 2026

CATL Dorong Era Baterai Sodium-Ion Naxtra Mulai 2026

5
0

SHANGHAI, AVOLTA – Produsen baterai asal Cina, Contemporary Amperex Technology Co., Ltd. (CATL), memastikan akan menghadirkan teknologi baterai sodium-ion dalam skala besar mulai 2026.

Pengumuman ini disampaikan pada konferensi pemasok mereka di Ningde, Provinsi Fujian akhir Desember 2025, sebagai langkah awal masuk ke fase komersialisasi luas untuk teknologi tersebut. Demikian dikutip dari CarNewsChina, Selasa (30/12/2025).

Baterai sodium-ion tersebut akan diaplikasikan tidak hanya pada kendaraan penumpang, tetapi juga pada sistem pertukaran baterai (battery swap), kendaraan komersial, dan penyimpanan energi.

Brand sodium-ion milik CATL yang bernama Naxtra ini telah diluncurkan sejak April 2025, dan sudah memasuki tahap produksi skala besar untuk sel baterai yang dirancang bekerja di rentang suhu sangat luas, dari -40 °C sampai 70 °C.

Produk ini tersedia dalam format baterai utama untuk mobil listrik serta solusi baterai 24V terintegrasi untuk truk berat.

Menurut data teknis CATL, generasi baterai sodium-ion terbaru mampu memberi jangkauan lebih dari 500 km pada kendaraan listrik murni dan memiliki densitas energi hingga 175 Wh/kg, mendekati baterai lithium-ion, sekaligus cocok untuk produksi massal pada 2026.

Produk sodium-ion CATL juga diklaim telah lulus uji dan mendapat sertifikasi dari standar nasional China terbaru (GB 38031-2025) untuk baterai traksi kendaraan listrik. Sertifikasi ini akan mulai berlaku pertengahan 2026 dan mencakup persyaratan ketat terkait stabilitas termal, ketahanan benturan, serta performa pengisian cepat.

Perusahaan mengklaim baterai ini memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan teknologi lithium-ion tradisional, termasuk profil keamanan yang lebih baik dan kinerja lebih stabil pada kondisi suhu rendah.

Hal ini dinilai bisa membantu memperluas penggunaan kendaraan listrik, terutama di wilayah bersuhu ekstrem. Selain itu, baterai sodium-ion juga dipandang memiliki jejak karbon lebih rendah dan ketergantungan bahan baku litium yang lebih kecil.