
JAKARTA, AVOLTA – Hyundai Motor Company resmi memulai pembangunan fasilitas produksi sel bahan bakar hidrogen (fuel cell) terbarunya di Ulsan, Korea Selatan. Langkah tersebut, jadi salah satu strategi perusahaan untuk memperkuat posisi Negeri Ginseng sebagai pusat global dalam transisi menuju energi bersih.
“Pabrik ini merupakan wujud nyata dari komitmen strategis Hyundai Motor Group dalam mendorong transisi menuju masyarakat berbasis hidrogen,” ujar Jaehoon Chang, Vice Chair Hyundai Motor Group, dalam keterangan resmi, Sabtu (1/11/2025).
Jaehoon juga mengatakan, fasilitas baru tersebut akan menjadi pilar penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Korea sebagai pemimpin industri hidrogen global.
Selain itu, fasilitas baru Hyundai akan dibangun di atas lahan seluas 43.000 meter persegi, di lokasi bekas pabrik transmisi mesin pembakaran internal.
Langkah ini menjadi simbol transformasi besar Hyundai menuju mobilitas masa depan berbasis energi bersih. Pabrik tersebut ditargetkan rampung pada 2027 dan akan memadukan proses kimia serta perakitan dalam satu area terpadu.
Dengan investasi senilai 930 miliar won atau sekitar Rp10,6 triliun, fasilitas ini diproyeksikan mampu memproduksi 30.000 unit sel bahan bakar hidrogen setiap tahun. Pabrik tersebut akan beroperasi di bawah merek hidrogen Hyundai Motor Group, HTWO, yang berarti “Hydrogen for Humanity” dan menjadi bukti komitmen Hyundai dalam memperluas ekosistem energi hidrogen global.
Selain memproduksi sel bahan bakar hidrogen, pabrik ini juga akan menghasilkan PEM electrolyzer untuk mendukung pengembangan hidrogen hijau.
Teknologi baru ini diharapkan memiliki durabilitas lebih tinggi dan biaya produksi lebih rendah, sehingga memperkuat daya saing Hyundai dalam menghadapi pasar energi bersih dunia.



