
JAKARTA, AVOLTA – BYD bakal meluncurkan plug-in hybrid (PHEV) pertamanya untuk pasar Jepang, Sealion 6 pada Januari 2026. Keputusan jenama asal Tiongkok untuk meluncurkan model tersebut, adalah untuk meredam kekhawatiran jarak tempuh yang sering terjadi untuk model battery electric vehicle (BEV).
Presiden BYD Jepang, Atsuki Tofukuji menyebutkan bahwa pengenalan PHEV, adalah langkah penting dalam memperluas pangsa pasar BYD di Jepang. Dengan teknologi tersebut, mobil ini menggabungkan baterai isi ulang dengan mesin pembakaran dalam, yaitu saat kecepatan rendah dapat berjalan seperti EV, tetapi saat menempuh jarak jauh, mesin akan ikut berperan.
Selain itu, keunggulan PHEV termasuk kemampuan mengisi daya dari luar (charging) dan potensi penggunaan sebagai sumber daya cadangan saat darurat atau dalam situasi outdoor.
Pasar PHEV di Jepang sendiri cukup kompetitif. Merek lokal seperti Toyota dan Mitsubishi telah lama mendominasi segmen ini dengan model-model seperti Toyota Harrier dan Mitsubishi Outlander PHEV.
Meskipun Sealion 6 dikatakan kurang unggul dibandingkan rival domestik dalam hal jarak tempuh dan efisiensi bahan bakar, BYD menetapkan strategi berbeda, yaitu menawarkan harga yang lebih rendah agar lebih menarik bagi konsumen.
Biasanya, untuk model PHEV di Jepang dijual di atas 5 juta yen dan BYD berencana untuk memasarkan Sealion 6 di bawah harga tersebut.






