Aksi Balasan, Cina Berlakukan Anti-Dumping Produk Uni Eropa

Aksi balasan, Pemerintah Cina memberlakukan kebijakan anti-dumping untuk minuman keras asal Perancis. (CGTN)

BEIJING, AVOLTA – Perang dingin antara Cina dan Uni Eropa (UE), belum usai. Setelah blok 27 negara itu memberlakukan tarif impor tinggi buat kendaraan listrik (electric vehicle/EV) Cina, pemerintah Tiongkok, khususnya Beijing memberlakukan kebijakan anti-dumping pada sejumlah merek brendi asal Perancis.

Melansir Reuters, Sabtu (12/10/2024) Kementerian Perdagangan Cina mengatakan, temuan awal investigasi terkait dumping brendi dari Uni Eropa dapat mengancam kerugian besar bagi negara. Langkah ini dinilai tidak melanggar aturan organisasi perdagangan dunia (WTO), karena cukup adil.

Pemerintah menilai kebijakan UE “tidak memiliki dasar fakta dan hukum” serta melanggar aturan WTO.  Bahkan sudah mengajukan protes keras ke WTO, tapi UE tetap mengenakan tarif impor tinggi pada mobil listrik buatan Cina, meski mendapat penolakan dari Jerman, sebagai negara ekonomi terbesar di Eropa.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Perdagangan Perancis menyebut tindakan Cina tidak dapat dipahami dan dan melanggar perdagangan bebas. Maka dari itu, pemerintah Perancis akan bekerjasama dengan Komisi Eropa untuk menentang langkah tersebut di WTO.

Selain itu, Cina juga mempertimbangkan akan menaikkan tarif impor kendaraan bermesin besar, yang akan berdampak signifikan pada produsen Jerman. Ekspor kendaraan bermesin besar Jerman ke Cina tercatat mencapai US$ 1,2 miliar pada 2023.

CATEGORIES
TAGS