
BOLOGNA, AVOLTA – Meskipun sekarang ini produsen otomotif di dunia mulai beralih mengembangkan mobil ramah lingkungan, termasuk berbasis baterai alias battery electric vehicle (BEV), tidak membuat Lamborghini ikut arus utama.
Chief Technical Officer Lamborghini, Rouven Mohr mengatakan, kalau sekarang ini bukan waktu yang tepat untuk meluncurkan supercar listrik. Menurut dia, memang ada pabrikan berani menjual, tapi bisa dikatakan tidak sukses.
Menurut Mohr, supercar listrik dinilai belum memiliki ikatan emosional yang kental antara kendaraan dan pemilik, seperti mobil berbahan bakar bensin.
“Jelas bahwa sebuah mobil listrik penuh dari Lamborghini harus memiliki faktor kegembiraan semacam ini. Ini bukan hanya tentang tenaga maksimum, akselerasi maksimum. Hal-hal tersebut adalah komoditas,” ujar Mohr dikutip dari The Drive, Sabtu (12/10/2024).
Mohr mengatakan, supercar listrik merupakan tujuan akhir, tapi pabrikan ingin lebih mengedepankan sensasi dan pengalaman berkendara yang unik, daripada hanya sekadar tenaga dan kecepatan saja yang ditawarkan kepada konsumen.
“Anda dapat yakin bahwa ketika kami menghadirkan Lamborghini listrik pertama, kami tidak berpikir untuk menghadirkan mobil listrik standar lainnya, dengan tenaga satu megawatt. Tidak seperti itu. Anda membutuhkan diferensiasi,” tutur dia.



