Dapat Insentif, Nissan Fokus Produksi Hybrid di Thailand

Nissan Juke hybrid (Autocar)
JAKARTA, AVOLTA – Nissan tengah mendorong banyak model elektrifikasi untuk bisa dijual di pasar otomotif global. Tidak hanya model baterai murni alias BEV, tapi juga sistem e-Power yang juga menjadi andalan jenama asal Jepang tersebut.
Meskipun jajara produknya cukup solid di pasar domestik alias Jepang, namun di Asia Tenggara sendiri, Nissan praktis hanya mengandalkan Kicks e-Power. Selain itu, model tersebut, juga jadi satu-satunya yang diproduksi di ASEAN.
Namun, hal tersebut akan segera berubah, karena Nissan di Thailand mungkin mengalokasikan sumber daya yang lebih besar untuk memproduksi lebih banyak kendaraan hibrida. Demikian, laporan dari Topgear Philipina, ditulis Jumat (9/8/2024).
Nissan memang tidak menyebutkan, jenis model hybrid apa yang akan diproduksi di Negeri Gajah Putih. Tapi kemungkinan besar, itu ada kendaraan dengan sistem e-Power.

Salah satu alasan Nissan untuk memilih produksi banyak mobil hybrid di Thailand, adalah insentif hybrid yang diberikan oleh pemerintah negara tersebut. Pemotongan pajak itu, bertujuan untuk mempromosikan produksi kendaraan hibrida dan listrik di Thailand.
Selain itu, Presiden Nissan Thailand yang baru saja dilantik, Toshihiro Fujiki, mengatakan akan ada lebih banyak model hibrida yang akan dibuat di fasilitas Samut Prakan pada masa medatang.
“Kami akan meluncurkan lima model mobil antara 2025 dan 2027, dan sedang mempertimbangkan model mana yang akan dibuat di Thailand,” ujarnya.
Sementara itu, model yang berpotensi bisa diproduksi di Thailand, adalah Serena yang baru-baru ini sudah diluncurkan di Indonesia. Kendaraan tersebut, menjadi kandidat yang paling mungkin untuk bisa diproduksi di Asia Tenggara, dalam hal ini Thailand.
