Catat, Isi Penuh Baterai LFP Turunkan Kinerja Baterai!

JAKARTA, AVOLTA – Baterai lithium iron phosphate (LFP) menjadi pilihan yang cukup populer di berbagai model kendaraan listrik. Dengan keunggulan biaya produksi yang lebih rendah, serta stabilitasnya yang lebih baik dari baterai berbasis nikel (NMC), LFP dinilai masih yang terbaik.
Namun, sebuah studi terbaru, yang dilakukan sebuah laboratorium yang didanai oleh Tesla menemukan, bahwa baterai LFP dapat mengalami degradasi lebih cepat ketika daya diisi penuh.
Dilaporkan InsideEVs, penelitian dari Jeff Dahn research Group menunjukan bahwa pengisian berulang pada tingkat muatan yang lebih tinggi dapat meningkatkan reaksi negatif dalam baterai.
Hal ini bertentangan dengan rekomendasi dari beberapa produsen mobil yang menyarankan pengisian baterai LFP hingga 100% secara berkala untuk kalibrasi dan menjaga kesehatan baterai.
Sementara itu, para peneliti juga menemukan bahwa baterai LFP dalam keadaan penuh dapat menciptakan senyawa berbahaya dalam baterai akibat tegangan tinggi dan panas. Senyawa ini dapat terakumulasi di elektroda negatif, dan mengkonsumsi lithium dan menyebabkan degradasi.
Sebaliknya, studi ini juga menunjukkan bahwa meninggalkan baterai LFP dalam keadaan muatan rendah dapat membantu memperpanjang masa pakainya.
