Home Cerita Thailand Mulai Pangkas Insentif Mobil Listrik

Thailand Mulai Pangkas Insentif Mobil Listrik

Thailand kejar target 2 uta unit pada 2024 (Paultan)

BANGKOK, AVOLTA – Pemerintah Thailand mulai memangkas insentif pembelian mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) mulai tahun 2024. Pengurangan subsidi pun dilakukan lantaran semakin banyaknya masyarakat Thailand yang memilih mobil listrik dalam pembeliannya.

Melansir Asia Nikkei, Sabtu (4/11/2023) dalam skema ini, pemerintah akan memberikan subsidi dalam rentang 50.000-100.000 baht per mobil listrik. Tahun depan bakal kurang dari nilai itu untuk satu unit mobil listrik.

Dalam pertemuan antara Board of Investment (BOI) Thailand dan Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin, telah disepakati bahwa skema baru untuk subsidi EV bakal disebut dengan “EV3.5”.

“EV3.5 merupakan bukti bahwa pemerintah akan tetap mendukung industri EV dan juga membawa Thailand sebagai pemain kunci yang terbuka bagi investor,” ungkap Sekertaris BOI, Narit Therdsteerasukdi.

Perlu diketahui, Thailand pun memiliki ambisi untuk menjadi pusat produksi mobil listrik regional pada 2030 dengan target mobil listrik menyumbang sekitar 30% dari total penjualan secara nasional.

Terdapat dua merek asal Cina yang menjadi salah satu pemain mobil listrik besar di Thailand, yaitu BYD dan SAIC Motor yang berbasis di Shanghai.