Home Cerita Penjualan Mobil Hybrid di Cina Lagi Naik Daun

Penjualan Mobil Hybrid di Cina Lagi Naik Daun

9
0
Ilustrasi jeroan sistem penggerak pada Wuling Almaz hybrid. (Wuling motors)

JAKARTA, AVOLTA – Penjualan mobil berteknologi hybrid di Cina dalam beberapa bulan terakhir sedang menunjukkan tren positif. Kondisi ini terjadi lantaran penurunan permintaan kendaraan berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) serta perang harga antar produsen yang menjual mobil listrik.

Berdasarkan data Asosiasi Produsen Mobil Cina (CAAM) ada dua jenis hybrid yang paling saat ini, yaitu Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan Extended-Range Hybrid Electric Hybrid (EREV). Keduanya menyumbang angka penjualan sampai 85%, lebih tinggi dibanding mobil listrik yang hanya 14%.

Contoh penjualan dari produsen lokal Li Auto yang sekarang duduk sebagai produsen dengan penjual mobil hybrid jarak jauh paling populer di Tiongkok.

Li Auto berhasil menjual 244.225 mobil EREV hanya dalam sembilan bulan pertama tahun 2023. Angka yang besar untuk ukuran pabrikan yang baru memulai jualan mobil sejak 2019.

“Mobil hybrid jarak jauh adalah solusi tepat konsumen Cina yang menginginkan solusi untuk menghilangkan rasa khawatir soal daya jelajah berkendara, efisiensi bahan bakar lebih baik, dan harga yang lebih terjangkau,” ujar Direktur Pelaksana Konsultan Automotive Foresight, Yale Zhang.

Selanjutnya merek Cina lainnya seperti BYD, mampu menguasai pasar PHEV. Total 8 produk hybrid BYD mengisi daftar 10 mobil plug-in hybrid terlaris di China. BYD juga mulai mengincar pasar hybrid di luar negeri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here