Electrum dan Pertamina Bikin Battery Pack Motor Listrik

Kerja Sama electrum dan Pertamina Bikin Battery Pack Motor Listrik (Ist)
JAKARTA, AVOLTA – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) kerja sama dengan Pertamina Patra Niaga (PPN) dan electrum, resmi menjalin kerja sama untuk pengembangan (joint development agreement) battery pack sepeda motor listrik.
Tanda tangan kerja sama ini, dilakukan oleh Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Pertamina NRE Fadli Rahman, Direktur Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan dan Managing Director Electrum, Patrick Adhiatmadja.
Kolaborasi tiga perusahaan ini, merupakan kelanjutan dari penandatanganan pokok-pokok kerja sama tentang ekosistem kendaraan listrik yang dilakukan oleh PNRE dan electrum di KTT G20 Bali, pada 2022 lalu.
Fadli Rahman menjelaskan, Indonesia memiliki peluang yang besar untuk memimpin industri baterai kendaraan listrik. Pasalnya, dengan kerja sama yang dilakukan banyak pihak akan mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
“Jika ekosistem kendaraan listrik sudah terbentuk dan solid, maka transisi energi akan lebih cepat terwujud,” kata Fadli dalam keterangan resminya, ditulis Rabu (28/6/2023).

Baterai motor listrik Honda pada motor listrik Benly. (Honda)
Dengan kerja sama antara Pertamina NRE, PPN, dan Electrum akan melengkapi rantai pasok produksi baterai di Indonesia beserta mendukung hilirisasi produk baterai sel.
“Jadi kita akan bangun satu assembly line, dengan kapasitas sampai 250 ribu per tahun. Kalau dibangun semua pabrik ini cukup untuk empat assembly line, kurang lebih bisa sampai 1 juta produksinya,” terang Patrick Adhiatmadja.
Sementara itu, di hilir, Pertamina telah memiliki jaringan distribusi ritel, salah satunya SPBU yang dikelola Pertamina Niaga, sebanyak 5.000 unit di seluruh dunia. Dengan begitu, untuk proses distribusinya pun tidak akan mengalami kendala.
“Pertamina mendukung penuh program pemerintah terkait percepatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia sebagai upaya mencapai target NZE 2060,” pungkas Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso.
