Alasan Kenapa Mobil Listrik Enggak Laku di Jepang

Toyota bZ4X, mobil listrik hasil kolaborasi dengan Subaru mulai mendunia, mau masuk Indonesia. (Toyota/Paultan)
JAKARTA, AVOLTA – Penyerapan pasar mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) di Jepang tidak sebagus negara maju lain, seperti Jerman, Inggris, Amerika Serikat (AS) bahkan sampai Cina. Padahal, Jepang merupakan negara maju, di mana teknologi tinggi mendominasi.
Bahkan dari data penjualan mobil baru di Jepang sepanjang 2022, pangsa pasar mobil listrik hanya menyumbangkan sekitar 1% saja. Beda dengan negara lain, contoh seperti Jerman penyerapannya hingga 18%.
Ternyata bukan tanpa alasan, mengutip laman Wapcar, Rabu (3/5/2023) ketersediaan infrastruktur pendukung mobil listrik di Jepang kurang memadai. Beda dengan di Jerman, Inggris, dan Perancis yang setiap area public tersedia tempat untuk mengisi daya baterai mobil listrik.
Alasan lain karena rumah di Jepang juga kecil tidak sebesar di Eropa, dan Amerika Serikat (AS) sehingga kebingungan untuk mengaplikasikan fasilitas home charging. Selain itu, banyak rumah yang tak memiliki garasi dan diparkir di tempat umum.
“Hal itu terjadi karena Jepang adalah negara rawan gempa. Mereka tidak ingin proses evakuasi bencana justru terhambat karena adanya mobil yang parkir di sisi jalan,” tulis Wapcar.
Sebenarnya banyak perusahaan parkir di Jepang berupaya memfasilitasi gedung parkir yang memiliki fasilitas pengisian baterai mobil listrik. Masalahnya adalah charging port, posisi dan bentuknya, berbeda satu sama lain.
Belum lagi ukuran mobil listrik juga sangat berbeda. Tentu hal itu akan membuat gedung-gedung parkir perlu dimodifikasi dengan sangat khusus hanya untuk memfasilitasi mobil listrik. Pembangunan itu justru akan sangat memakan biaya.
