
JAKARTA, AVOLTA – Produsen otomotif asal Jepang jika dibandingkan Cina tertinggal jauh soal pengembangan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV). Bahkan, jenama dari Tiongkok itu berhasil menembus pasar global dan sukses diterima oleh konsumen di negara-negara berkembang.
Kondisi tersebut juga diakui oleh CEO Honda Toshihiro Mibe. Dia tidak malu mengungkapkan bahwa pabrikan Jepang tertinggal dari Cina dalam pengembangan mobil listrik. Demikian dilansir dari Paultan.org, Rabu (3/5/2023).
Pernyataan tersebut dia ungkapkan setelah melihat banyak mobil listrik bagus di ajang Shanghai Auto Show 2023 pada bulan lalu.
“Mereka di depan kita, bahkan lebih dari yang diharapkan. Kami sedang berpikir cara untuk melawan. Jika tidak, maka kita bakal kalah dalam kompetisi ini,” ungkap Mibe.

Meski demikian, kata Mibe, tentunya produsen asal Jepang termasuk Honda tidak tinggal diam karena berencana untuk membalikan keadaan.
Honda memiliki rencana jangka panjang untuk meluncurkan mobil listrik di pasar utama seperti Amerika Serikat (AS), Cina, Jepang, dan negara maju lainnya dengan sebagian besar aktivitas dipercepat mulai tahun 2025.
Selain itu, Honda juga berambisi untuk memproduksi lebih dari dua juta mobil listrik setiap tahun pada tahun 2030.



