Home Cerita Kasus Skandal Mesin, Petinggi Hino Pilih Mengundurkan Diri

Kasus Skandal Mesin, Petinggi Hino Pilih Mengundurkan Diri

Logo hino (Ist)

TOKYO, AVOLTA –  Unit truk dan bus milik Toyota, Hino Motors mengumumkan pengunduran diri empat petingginya karena skandal pemalsuan data mesin di Jepang.

Disitat dari Reuters, Senin (10/10/2022), dari keempat eksekutif Hino yang mengundurkan diri, tiga di antarannya adalah pengawas produksi dan kepatuhan regulasi. Sedangkan satu petinggi lainnya, adalah pejabat senior yang bertanggung jawab atas pengembangan teknologi.

“Hino berkomitmen merenungkan secara serius kesalahan kami di masa lalu. Tindakan kami sangat memengaruhi pelanggan, dan pemangku kepentingan lainnya,” tulis Hino dalam sebuah keterangan resmi.

Selain pengunduran diri para petingginya tersebut, Hino juga memiinta pengembalian kompensasi dari mantan manajer yang menjabat sejak 2003, dan karyawan lainnya yang teridentifikasi dalam laporan investigasi internal perusahaan terkait skandal pemalsuan data mesin.

Presiden Hino saat ini, Satoshi Ogiso, yang merupakan orang lama di Toyota dan mulai menjabat di Hino sejak 2021 akan tetap memegang jabatannya saat ini. Namun, ia tetap harus mengembalikan setengah kompensasinyas etiap bulan selama enam bulan.

Sedangkan karyawan lainnya menghadapi pemotongan gaji hingga 30 persen selama tiga bulan atau penurunan pangkat.

Perlu diketahui, Hino mengakui telah memalsukan data emisi dan performa efisiensi bahan bakar. Kemudian pada Agustus 2022 perusahaan menjelaskan kecurangan itu sudah dilakukan nyaris 20 tahun, jauh lebih lama dari perkiraan sebelumnya.