Skandal Data Emisi Hino Mencoreng Nama Toyota

 

Logo Hino (Reuters)

JAKARTA, AVOLTA – Hino Motors mengaku telah memalsukan data hasil emisi untuk salah satu mesin, dan merekayasa hasil efisiensi bahan bakar pada dua mesin. Kecurangan ini sudah dilakukan sejak musim gugur tahun 2016.

Hino mengumumkan pada Maret 2022 bahwa empat jenis mesin yang diuji sejak akhir 2016, dan delapan model truk dan bus yang dilengkapi dengan mesin tersebut, telah memanipulasi hasil emisi dan efisiensi bahan bakar.

Jumlah kendaraan yang akan ditarik kemungkinan akan meningkat dari semula 47 ribu menjadi 67 ribu unit.

Alhasil, peristiwa ini dinilai sudah mencoreng nama besar Toyota. Sebab, perlu diketahui bahwa Hino sudah menjadi anak perusahaan Toyota sejak 2001 dan menjual truk di 90 negara, tentunya termasuk di Indonesia.

Presiden Hino Satoshi Ogiso mengatakan, perusahaan telah menerima pesan dari Presiden Toyota Akio Toyoda yang menyatakan pelanggaran Hino “mengkhianati kepercayaan” seluruh stakeholder.

Toyota diketahui memiliki 50,1 persen saham Hino, namun kini saham Hino turun hampir 10 persen, Selasa (2/8/2022) waktu setempat.

Melansir laman Reuters, Kamis (4/8/2022), Satoshi Ogiso berjanji akan menciptakan sistem tata kelola perusahaan yang baru dalam waktu tiga bulan.

Bahkan, Kementerian Transportasi Jepang yang mencabut sertifikasi untuk mesin yang terkena dampak pada Maret 2022, mengatakan akan melakukan penyelidikan lebih mendalam.

CATEGORIES
TAGS