Mitsubishi Ditantang Bikin Mobil Listrik Mungil di Indonesia

Mitsubishi eK X EV, merupakan produk kolaborasi berbagi platform bersama Nissan. (Mitsubishi Motors)

TOKYO, AVOLTA – Pemerintah terus mendorong perkembangan kendaraan listrik di Indonesia, baik melalui regulasi maupun faslitas pendukung lainnya. Bahkan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus meminta kepada pabrikan yang beroperasi di Tanah Air, untuk melakukan produksi lokal mobil ramah lingkungannya.

Salah satunya, dilakukan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang  mendorong Mitsubishi untuk memproduksi mobil listrik secara lokal. Namun, jarak yang harus bisa ditempuh hingga 170 km untuk sekali pengisian.

“Kami terus mendorong Mitsubishi agar dapat memproduksi kendaraan KBL berbasis baterai di Indonesia, dengan penggunaan ukuran baterai yang lebih kecil (kei car) menggunakan baterai 20 kWh dan driving range 170 km,” ujar Agus, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/7/2022).

Hal tersebut, terungkap saat sang menteri melakukan pertemuan dengan para pelaku usaha di Jepang, termasuk bertemu dengan Mitsubishi Motors Corporation (MMC), di Okazaki Plant.

Dalam kunjungan tersebut, Agus juga menjajal beberapa kendaraan listrik Mitsubishi dengan teknologi baterai dan plug-in hybrid (PHEV). Salah satu yang dicoba, adalah MInicab MiEV 2WD.

Mitsubishi Minicab-MiEV, mobil listrik niaga sudah dimodifikasi gaya adventure di Tokyo Auto Salon 2022. (Mitsubishi)

Mobil ini, merupakan kendaraan dengan penggerak roda dua yang memiliki jarak tempuh hingga 150 km dalam satu kali pengisian baterai, dengan kapasitas 16 kWh.

Selain itu, Agus juga mencoba Mitsubishi eK X EV yang dibekali dengan baterai 20 kWh dengan jarak tempuh 180 kilometer dalam sekali pengisian daya (metode WLTC5). Jika berkaca kepada syarat yang diberikan Menperin, mobil listrik mungil ini cocok diproduksi di Indonesia.

Sebagai informasi, Mitsubishi eK X EV ini memiliki tipe dua port pengisian baterai, yakni biasa dan cepat. Pengisian biasa (AC200V/14.5A) membutuhkan waktu sekitar delapan jam hingga baterai terisi penuh.

Sedangkan pengisian cepat hanya memerlukan waktu sekitar 40 menit untuk pengisian hingga 80 persen.

Terakhir, Menperin juga menjajal Mitsubishi Outlander 4WD yang merupakan Plug-In Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

CATEGORIES
TAGS