CATL Amankan Sumber Baterai Mobil Listrik ke Indonesia

Platform Hyundai E GMP, menggunakan baterai di dek sasis. (Hyundai)

JAKARTA, AVOLTA – Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL), produsen baterai terbesar di dunia mencoba mengamankan sumber daya bahan baku baterai mobil listrik ke Indonesia.

Melansir laman Antara, Selasa (19/4/2022), lewat cucu perusahaan CATL, Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co., Ltd (CBL), anak perusahaan dari Guangdong Brunp Recycling Technology Co., Ltd (Brunp) menandatangani perjanjian kerangka kerja tiga pihak dengan PT Aneka Tambang (ANTAM) dan PT Industri Baterai Indonesia (IBI), Kamis (14/4/2022).

Kolaborasi ini mencangkup atas proyek integrasi baterai kendaraan listrik Indonesia, meliputi penambangan dan pengolahan nikel, bahan baterai di kendaraan listrik, manufaktur baterai kendaraan listrik, dan daur ulang.

Nantinya hasil baterai ditawarkan Brunp sebagai anak usaha CATL ke serangkaian merek mobil terkemuka termasuk BMW, Volkswagen, dan Tesla.

“Perjanjian kerangka kerja yang kami teken hari ini sangat penting bagi Indonesia karena kami berupaya membangun ekosistem kendaraan listrik,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Total investasi gabungan pada kerja sama terkait mencapai US$  5,96 miliar. Direncanakan, proyek akan berlokasi di kawasan Industri FHT Halmahera Timur, Maluku Utara dan sejumlah lokasi lainnya di Indonesia.

Langkah ini diyakini akan lebih meningkatkan jejak CATL dalam industri baterai, memastikan pasokan bahan baku dan sumber daya hulu, memangkas biaya produksi, dan mendorong pengembangan bisnis daur ulang baterai.

Bukan cuma itu, tapi untuk meningkatkan daya saing dan kedudukan Indonesia dalam ekosistem kendaraan listrik yang memiliki prospek cukup besar di industri otomotif global di masa depan.

CATEGORIES
TAGS