Produksi Mobil Thailand Ditarget Sembuh dari Pandemi 2024

Thailand kejar target 2 uta unit pada 2024 (Paultan)

BANGKOK, AVOLTA – Raksasa otomotif di Asia Tenggara, Thailand, menargetkan  akan memproduksi lebih dari 2 juta unit kendaraan setiap tahun atau pulih dari kondisi sebelum pandemi. Target ini bakal terealisasikan dalam dua tahun mendatang atau pada 2024, didukung pemulihan ekonomi secara global.

Disitat Bangkok Post, Senin (28/2/2022), Federasi Industri Thailand (FTI) menyatakan bahwa pada saat itu, industri otomotif Thailand harus bangkit kembali dari penjualan yang lamban karena lockdown pandemi Covid-19.

Sementara itu, produksi mobil di Thailand sendiri sudah mencapai angka 2 juta unit sebelum pandemi Covid-19 berlangsung. Angka pastinya, yaitu 2.167.694 unit kendaraan pada 2018 dengan di antaranya 1.142.733 unit produksi dikirim untuk ekspor.

Pada 2021, Thailand berhasil melampaui target yang diberikan asosiasi, dengan peningkatan produksi sebesar 18,1%, menjadi 1,68 juta unit dan di atas target sebanyak 1,6 juta unit.

Pada 2022, FTI mengharapkan produksi meningkat lagi, menjadi 1,8 juta unit dengan ekspor dipatok sebesar 900 ribu sampai 950 ribu unit. Sedangkan insentif kendaraan listrik, yang mencngkup pengurangan bea masuk hingga 40% itu dapat mengkatkan impor, dan tidak akan mengorbankan manufaktur domestik dalam jangka panjang.

“Meskipun importir mobil akan mendapat manfaat dari paket tersebut, pemerintah pada akhirnya ingin memiliki lebih banyak investasi dalam pengembangan EV di dalam negeri,” kata Wakil Ketua dan Juru Bicara asosiasi Surapong Paisitpatanapong.

Mobil listrik murah VW e-UP mulai dijual lagi. (gettotext.com)

Komite Kebijakan EV nasional Thailand mengumumkan Maret lalu, bahwa Thailand ingin menghasilkan kendaraan listrik sebesar 50% dari produksi lokal pada tahun 2030, sebagai bagian dari rencana “ambisius” untuk menjadikan negara itu sebagai pusat produksi kendaraan regional.

“Kami akan melihat lebih jelas kemajuan apa pun di pasar EV pada paruh kedua tahun ini, didorong oleh respons terhadap insentif bagi pembuat mobil dan pembeli,” pungkasnya.

 

CATEGORIES
TAGS