Penjualan Motor Baru Tahun Ini Dipatok 5,4 Juta Unit

Suasana pengunjung pameran GIIAS 2021 berinteraksi dengan Honda CB150X. (AHM)

JAKARTA, AVOLTA – Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) menatap 2022 lebih optimistis. Terlihat dari gambaran target penjualan motor baru sepanjang tahun ini dipatok 5,4 juta unit, atau lebih besar dibandingkan tahun lalu.

Penjualan motor baru secara nasional berhasil tembus 5.057.516 unit sepanjang 2021. Pencapaian tersebut naik 38 persen dari tahun sebelumnya yang hanya 3.660.616 unit.

Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) Sigit Kumala mengatakan, pertumbuhan positif ini semakin mendorong optimisme industri otomotif roda dua untuk memacu kinerja di tahun 2022.

“AISI menargetkan pasar sepeda motor tahun 2022 akan lebih baik dari tahun lalu yaitu 5,1 juta hingga 5,4 juta unit,” ungkap Sigit dalam keterangan resmi, Jumat (14/1/2022).

Merujuk data yang dirilis, kinerja anggota asosiasi sepanjang tahun 2021, Honda mencatat penjualan sebanyak 3.928.788 unit, Yamaha 1.063.866 unit, Kawasaki 43.540 unit, Suzuki 18.380 unit, dan TVS 2.942 unit.

Menurut dia, capaian positif penjualan motor di secara nasional mencerminkan mulai membaiknya daya beli masyarakat yang berdampak positif ke pasar motor domestik.

Cakupan vaksinasi yang semakin meluas dan juga pertumbuhan kasus Covid-19 yang terkendali mendorong kepercayaan untuk beraktivitas menggerakkan ekonomi.

Pabrik Motor Honda (AHM)

“Tentunya kami berharap tidak ada gelombang baru Covid-19 dan efek pandemi ini bisa dikelola dengan baik oleh para stakeholder,” jelas Sigit.

Tentunya, selain penjualan domestik, kinerja ekspor motor pada 2021 juga meningkat 15 persen, dari 700.392 unit pada 2020 menjadi 803.931 unit pada 2021. Pertumbuhan ekspor yang tinggi ini diperkirakan masih akan terus berlanjut di 2022.

AISI memprediksi ekspor pada 2022 dapat meningkat 20 persen dan berada di kisaran 970.000 unit. “Semoga capaian positif dalam mendukung mobilitas masyarakat ini berlanjut tahun ini. Kami ingin kontribusi industri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi semakin baik ke depan,” ungkap Sigit.

CATEGORIES
TAGS