Enjoy PPnBM-DTP, Penjualan Mobil Melonjak Tinggi

Jejeran Unit Produksi Daihatsu bermerek Toyota di Fasilitas Vehicle Logistic Center, Sunter siap ekspor ke mancanegara. (ADM)

JAKARTA, AVOLTA – Penjualan mobil di Indonesia terpukul keras akibat pandemi Covid-19 sejak 2020. Namun, dengan guyuran insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintahan (PPnBM-DTP), kondisi industri otomotif berangsur membaik.

Terbukti, dari data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), penjualan mobil penerima relaksasi sepanjang 2021, tepatnya medio Maret – Desember, tercatat 519 ribu unit atau melonjak tinggi, 113% dibanding periode 2020.

Dengan peningkatan penjualan ini, kontribusi terhadap pertumbuhan industri alat angkutan pada triwulan II dan II pada 2021 juga cukup besar, masing-masing sebesar 42,2 persen dan 27,8 persen.

“Dengan perpanjangan insentif PPnBM DTP pada 2022 akan menjaga momentum pertumbuhan industri otomotif nasional, sekaligus meningkatkan utilisasi dan kinerja sektor industri komponen otomotif termasuk IKM,” ucap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Selasa (18/1/2022).

Apabila merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), terjadi peningkatan penjualan mobil secara wholesales (pabrik ke diler) maupun ritel (diler ke konsumen) pada 2021.

Pertumbuhannya mencapai 66,6 persen dibanding tahun sebelumnya atau 2020 untuk penjualan wholesales dan untuk retail 49,2 persen dibanding periode 2020. Penjualan mobil secara wholesales sepanjang 2021 tercatat mencapai 887.200 unit dan secara ritel mencapai 863.359 unit.

Toyota All New Avanza diluncurkan pada 10 November 2021 – dok.TAM

Jangan Dianggap Remeh

Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto menilai dampak positif dari insentif PPnBM mobil tak bisa dianggap remeh. “Lihat saja dari angka penjualan sebelum dan sesudah Maret 2021, pengaruh PPnBM DTP sangat besar. Kami telah memberikan masukan-masukan kepada pemerintah melalui Kemenperin,” ujarnya.

Sementara itu, Gaikindo sendiri telah menargetkan penjualan mobil pada 2022 mencapai 900 ribu unit. Angka itu sejatinya masih lebih rendah daripada sebelum pandemi yang mencapai 1 juta penjualan per tahun.

Menurutnya, insentif PPnBM DTP untuk mobil juga akan berdampak pada pencapaian penjualan pada tahun ini.

Apalagi, insentif PPnBM sejatinya tak hanya memberi benefit kepada industri otomotif. Industri penunjang kendaraan bermotor, masyarakat, hingga pemerintah dinilai merasakan manisnya pembebasan pajak tersebut.

 

CATEGORIES
TAGS