Lima Merek Penguasa Pasar Mobil Listrik Dunia

Tesla tercatat masih menjadi merek mobil listrik terlaris di dunia.
dok www.businessinsider.sg

Paris, Avolta –Mobil listrik alias battery electric vehicle (BEV) masih jarang di Indonesia, tapi bicara skala global, populasinya terus bertambah. Dalam tiga bulan pertama 2021, tercatat lima merek peguasa pasar mobil listrik dunia, beberapa di antaranya sudah ada di Indonesia.

Berdasarkan data Cox Automotive dan Kelley Blue Book, penjualan BEV sepanjang tiga bulan pertama naik hampir dua setengah kali lipat di banding periode sama di 2020.

Seperti dilaporkan laman Inside EVs dan The Guardian, belum lama ini, laporan Global Electric Vehicle Outlook 2021 dari International Energy Agency menunjukkan, kuartal pertama tahun ini tercatat  744.482 unit mobil listrik terjual di dunia. Secara garis besar ada lima merek penguasa pasar mobil listrik saat ini, yaitu:

  1. Tesla

Tesla berhasil menjual total  184.500 unit mobil listrik lewat beberapa model andalan seperti model 3 dan model S. Hasil ini membuat merek besutan Elon Musk menguasai pangsa  25% terhadap total pasar BEV di dunia. Tapi, hasil ini ternyata turun karena periode sebelumnya, Tesla menguasai pangsa pasar hingga 29%.

Baca juga: Ini Mobil Listrik Cina Pertama yang Diborong Konsumen Jepang

 

Hongguang Mini EV-Avolta

Hongguang Mini EV dijual pakai merek Wuling, merupakan EV terlaris di Cina saat inil. Hasil kolaborasi perusahaan SAIC-GM-Wuling.

2. SAIC

Merek asal Cina ini berhasil menjual mobil listrik mencapai  124,922 dengan pangsa pasar 17%, naik signifikan dibanding kuartal pertama 2020 yang sebesar 11%. Penjualan terbanyak merek ini masih terjadi di negara asalnya Cina, meskipun sudah mulai merambah pasar di luar. SAIC juga sudah masuk ke Indonesia, tapi belum berjualan mobil listrik.

3. Volkswagen Group

Produsen otomotif asal Jerman, Volkswagen berhasil menjual  63,085 unit mobil listrik dengan pangsa pasar 8%.

4. BYD

Merek asal Cina dengan salah satu pemilik Warren Buffet ini berhasil menjual 38.826 unit mobil listrik, dengan pangsa pasar 5%. Di Indonesia, merek ini sudah ada, tetapi masih sebatas digunakan oleh taksi Blue Bird sebagai angkutan umum dari Bandara Soekarno-Hatta. BYD juga dikabarkan mau masuk ke sektor niaga dengan melansir bus listrik di Indonesia, tetapi belum sampai ke pasar lewat afiliasi Grup Bakrie.

Mobil listrik BYD Qin – dok.China Car News

5, Stellantis

Nama Stellantis NV mungkin belum lazim terdengar di telinga orang Indonesia. Tapi, perusahaan ini adalah aliansi pabrikan otomotif multinasional, merger antara Fiat Chrysler Automobiles dan Grup PSA yakni Peugeot dan Citroen khusus untuk menggarap pasar mobil listrik. Kantor pusatnya ada di Amsterdam, Belanda dan punya pasar terbesar di Eropa.

Dalam kuartal pertama tahun ini, Stellantis berhasil menjual 35. 450 unit mobil listrik. Model andalannya, adalah Fiat 500e, mobil kompak yang terjual cukup laris di Benua Biru.

Fiat 500e, jadi mobil listrik terlaris besutan aliansi Stellantis, yakni Fiat Chrysler dan PSA Peugeot Citroen. dok www.allcarz.ru

Sebelumnya, pada 2020, total penjualan mobil listrik mencapai 3,2 juta unit. Jumlah tersebut meningkat 39,5% dibanding penjualan 2019.

Dengan tambahan penjualan itu, maka total populasi mobil listrik dunia pada 2020 mencapai 11,3 juta unit. Jumlah ini naik signfikan dibanding total populasi yang tercatat hingga akhir 2019, yakni 8,1 juta unit.

Pada 2019, jumlah mobil listrik di Eropa, Amerika Serikat, Cina, dan sejumlah negara lain tercatat 8,1 juta unit. Sementara, hingga kuartal pertama tahun ini, total populasi mobil listrik di dunia mencapai 9.044.482 unit.

Pada 2020 itu pula, untuk pertama kalinya penjualan mobil listrik di Eropa mengungguli penjualan di Cina. Pada saat itu, penjualan di Eropa sebanyak 1,4 juta unit, sedangkan di Negeri Tirai Bambu sebanyak 1,2 juta unit. (Fer/Ara)

CATEGORIES
TAGS