Home Cerita Cina Cabut Insentif Hybrid dan EREV Mulai 2027

Cina Cabut Insentif Hybrid dan EREV Mulai 2027

SHANGHAI, AVOLTA – Kebijakan insentif kendaraan listrik di Cina kembali berubah. Mulai 1 Januari 2027, pemerintah akan menghapus pembebasan pajak tahunan kendaraan untuk plug-in hybrid (PHEV), extended-range electric vehicle (EREV), serta sejumlah kendaraan niaga listrik.

Sebaliknya, mobil penumpang listrik murni (BEV) tetap tidak dikenakan pajak tersebut. Demikian melansir ArenaEV, Kamis (9/7/2026).

Perubahan ini merupakan bagian dari penyesuaian kebijakan setelah penetrasi kendaraan energi baru (NEV) di Tiongkok meningkat pesat. Pemerintah menilai industri EV sudah cukup matang sehingga tidak semua jenis kendaraan elektrifikasi lagi memerlukan insentif fiskal.

Mobil listrik tetap menikmati status bebas pajak karena tidak memiliki kapasitas mesin yang menjadi dasar pengenaan vehicle and vessel tax di Cina. Sebaliknya, PHEV dan EREV masih menggunakan mesin pembakaran internal sebagai generator atau sumber tenaga sehingga kini akan dikenakan pajak tahunan seperti kendaraan konvensional.

Selain itu, pemerintah juga mencabut kebijakan potongan 50% pajak tahunan bagi kendaraan hemat energi berbahan bakar bensin serta menghapus insentif untuk kendaraan niaga listrik berbasis baterai maupun fuel cell.

Langkah ini melanjutkan pengurangan insentif yang sudah dimulai sebelumnya. Sejak 1 Januari 2026, Cina telah mengurangi insentif pajak pembelian kendaraan listrik menjadi maksimal 15.000 yuan, dari sebelumnya bebas pajak penuh hingga akhir 2025.

Kebijakan baru tersebut diperkirakan akan semakin mendorong konsumen beralih ke mobil listrik murni. Pasalnya, selain tetap bebas dari pajak tahunan, BEV juga masih menjadi segmen terbesar di pasar kendaraan energi baru Cina, sementara penjualan PHEV dan EREV mulai melambat pada 2026.