JAKARTA, AVOLTA – Toyota mengkonfirmasi jika belum memiliki rencana untuk menghadirkan versi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), untuk pikap yang biasa digunakan di medan berat, seperti Hilux.
Meskipun di pasar saat ini, banyak merek yang menawarkan model komersial PHEV, seperti Ford Ranger PHEV, dan beberapa merek asal Tiongkok.
Menurut Toyota, seperti disitat dari Carscoops, penggunaan sistem PHEV berpotensi mengurangi kapasitas angkut, maupun kemampuan towing karena tambahan bobot baterai.
Hal tersebut, yang kemudian menjadi pertimbangan utama perusahaan untuk tidak terburu-buru mengembangkan Hilux PHEV, terutama bagi konsumen yang mengandalkan pikap sebagai kendaraan pekerja berat.
Toyota juga menegaskan bahwa setiap teknologi elektrifikasi, harus tetap mampu mempertahankan fungsi utama Hilux sebagai kendaraan yang tangguh di berbagai kondisi. Dengan begitu, perusahaan memilih pendekatan yang lebih konservatif, dibandingkan para pesaingnya agar tidak mengorbankan performa yang selama ini menjadi nilai jual utama model pikap.
Sebagai gantinya, Toyota saat ini lebih memfokuskan strategi elektrifikasi Hilux melalui varian mild-hybrid dan battery electric vehicle (BEV). Langkah ini dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan pasar, sekaligus tetap menjaga kemampuan angkut dan daya tarik kendaraan, tanpa harus menghadapi kompromi yang biasanya muncul untuk sistem PHEV.






