Home Cerita Kritik Pedas Desain Ferrari Luce

Kritik Pedas Desain Ferrari Luce

8
0

SHANGHAI, AVOLTA – Ferrari tengah menjadi sorotan setelah memperkenalkan mobil listrik pertamanya, Luce. Alih-alih mendapat sambutan positif dari seluruh penggemar, desain EV tersebut justru memicu perdebatan besar.

Kritik pedas datang dari berbagai pihak, termasuk mantan desainer Nio dan Great Wall Motor (GWM), Alexey Semenov, yang menilai ada sejumlah masalah mendasar pada desain Ferrari Luce.

Dalam wawancara dengan CarNewsChina, dikutip Rabu (3/6/2026) Semenov menjelaskan bahwa Luce memperlihatkan benturan antara pendekatan desain produk modern dan filosofi desain otomotif tradisional.

Menurutnya, secara proporsi bodi, memiliki kombinasi bentuk yang sulit untuk menghasilkan tampilan ideal karena terlihat pendek, sempit, dan tinggi secara bersamaan. Kondisi tersebut membuat desain volumenya terasa kurang proporsional dan memberikan kesan visual yang terkompresi.

Salah satu aspek yang paling disorot, yakni desain velg. Padahal Luce menggunakan velg berukuran sangat besar, yakni 23 inci di depan dan 24 inci di belakang. Namun, desain aerodinamis dengan kombinasi warna tertentu justru membuat ukuran velg terlihat jauh lebih kecil.

Semenov menilai keputusan tersebut menjadi peluang yang terlewat karena velg seharusnya membantu memperkuat kesan sporty dan proporsi kendaraan, bukan malah membuat bodi terlihat lebih berat.

Menurutnya, bagian depan sebenarnya menjadi area yang paling berhasil dari keseluruhan desain. Fascia depan dinilai masih mampu menampilkan karakter kuat dan memberi identitas yang jelas.

Sebaliknya, bagian belakang dianggap menjadi titik terlemah karena terlihat terlalu tinggi, lebar, dan terkesan dipotong secara tiba-tiba.

Desain lampu belakang empat lingkaran yang mencoba mempertahankan DNA Ferrari juga disebut belum mampu menyatu secara harmonis dengan bahasa desain baru mobil listrik tersebut.

Ia juga menyoroti pendekatan desain eksterior yang dianggap terlalu aman dan kurang berani mengeksplorasi karakter baru. Semenov berpendapat Ferrari sebenarnya memiliki banyak referensi historis yang dapat dijadikan inspirasi untuk menggabungkan nuansa industrial desain dengan drama khas mobil sport Italia.

Namun pada Luce, potensi tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal sehingga hasil akhirnya terasa berada di tengah-tengah tanpa identitas yang benar-benar kuat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here