CALIFORNIA, AVOLTA – Nvidia agresif mendorong pengembangan kendaraan otonom secara global. Dalam pengumuman terbarunya, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) itu akan memperluas ekosistem robotaxi Level 4 melalui kerjasama dengan sejumlah mitra besar, Foxconn, Uber, VinFast, Autobrains, hingga perusahaan mobilitas asal Arab Saudi, HUMAIN.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat hadirnya layanan transportasi tanpa pengemudi di berbagai belahan dunia.
CEO Nvidia, Jensen Huang, menyebut industri mobilitas otonom kini memasuki fase industrialisasi. Menurutnya, kendaraan masa depan akan bertransformasi menjadi robot yang mampu melihat, memahami lingkungan sekitar, mengambil keputusan, dan berkendara secara mandiri.
“Dengan menyediakan platform bersama untuk berbagai produsen kendaraan dan penyedia layanan mobilitas, Nvidia berharap pengembangan robotaxi dapat berlangsung lebih cepat, lebih aman, dan lebih efisien dibanding jika setiap perusahaan harus membangun sistemnya sendiri dari nol,” ujar Jensen melansir ArenaEV, Kamis (4/6/2026).
Ekspansi tersebut berpusat pada platform Nvidia Drive Hyperion, sebuah sistem yang menggabungkan komputer kendaraan Drive AGX, sistem operasi keselamatan Halos OS, perangkat lunak mengemudi otonom, serta berbagai sensor seperti radar dan kamera.
Platform ini dirancang untuk mendukung kendaraan otonom Level 4, yakni kendaraan yang mampu beroperasi tanpa intervensi manusia dalam area dan kondisi tertentu.
Di Asia, Foxconn memperluas kolaborasinya dengan Nvidia untuk mengembangkan dan memproduksi armada robotaxi listrik. Taiwan akan menjadi pasar pertama dengan Kota Kaohsiung sebagai lokasi awal implementasi.
Foxconn menargetkan layanan robotaxi komersial mulai beroperasi pada 2028, diawali dengan rute penghubung bandara menuju pusat kota sebelum diperluas ke koridor kereta cepat Taiwan.
Kawasan Asia Tenggara juga masuk dalam peta pengembangan Nvidia. Produsen mobil listrik Vietnam, VinFast, menggandeng perusahaan perangkat lunak Autobrains untuk menghadirkan kendaraan otonom berbasis platform Drive Hyperion.
VinFast akan bertanggung jawab pada pengembangan kendaraan, sementara Autobrains menyediakan teknologi kecerdasan buatan yang mengendalikan sistem mengemudi tanpa pengemudi. Tujuannya adalah menghadirkan solusi mobilitas otonom yang lebih terjangkau dan mampu beradaptasi dengan kondisi lalu lintas yang kompleks di negara-negara Asia Tenggara.
Di Eropa, Uber dan Autobrains tengah menyiapkan program robotaxi baru di Munich, Jerman. Layanan tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun ini dan nantinya akan terintegrasi langsung ke dalam aplikasi Uber.
Pengguna cukup memesan kendaraan seperti biasa dan sistem akan menentukan apakah perjalanan dilayani oleh robotaxi atau kendaraan konvensional. Nvidia menyebut model bisnis ini menjadi salah satu cara tercepat untuk memperkenalkan kendaraan otonom kepada masyarakat luas.
Sementara itu di Timur Tengah, perusahaan mobilitas HUMAIN berencana mengadopsi platform Drive Hyperion untuk mengembangkan layanan robotaxi di Arab Saudi. Kehadiran kota-kota pintar yang sedang dibangun di negara tersebut dinilai menjadi lingkungan ideal untuk penerapan teknologi kendaraan otonom generasi terbaru.



