Home Cerita Prabowo Ingin Indonesia Punya Mobil Sendiri

Prabowo Ingin Indonesia Punya Mobil Sendiri

8
0

JAKARTA, AVOLTA – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong transisi energi bersih melalui sektor transportasi. Salah satu langkah yang kembali disorot, yaitu program konversi kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) menjadi kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV).

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memaparkan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, program konversi kendaraan menjadi listrik merupakan bagian penting dari strategi nasional untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM.

Prabowo mengatakan pemerintah tengah menyiapkan langkah besar dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT), termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas hingga 100 gigawatt dalam tiga tahun ke depan. Infrastruktur energi tersebut nantinya akan dikombinasikan dengan program elektrifikasi kendaraan nasional.

“Kita canangkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya 100 GW dalam tiga tahun ini. Kita padukan ini dengan konversi motor dan mobil, dari motor dan mobil BBM menjadi listrik. Kita akan hilangkan ketergantungan kepada impor BBM dan akan menghemat devisa,” ujar Prabowo di Jakarta belum lama ini.

Menurut pemerintah, konversi kendaraan BBM ke listrik tidak hanya berdampak pada pengurangan emisi karbon, tetapi juga berpotensi menekan beban impor energi nasional yang selama ini masih cukup besar. Dengan semakin banyak kendaraan listrik digunakan masyarakat, konsumsi BBM domestik diharapkan bisa ditekan secara bertahap.

Selain bicara soal transisi energi, Prabowo juga menyinggung pentingnya penguatan industri manufaktur nasional. Ia menilai Indonesia harus mulai serius membangun kemampuan produksi dalam negeri, termasuk di sektor otomotif dan teknologi.

“Kita harus industrialisasi, kita harus bikin mobil kita sendiri, kita harus bikin motor kita sendiri, kita harus bikin televisi, komputer, handphone kita sendiri,” lanjutnya.

Prabowo juga menekankan bahwa Indonesia tidak boleh terus-menerus hanya menjadi pasar bagi produk asing. Ia mengaku telah mengumpulkan para profesor dan pakar nasional untuk mempercepat realisasi berbagai program strategis di sektor industri dan teknologi.

Menurutnya, pengembangan kendaraan listrik nasional dan industri pendukungnya harus menjadi momentum kebangkitan industri Indonesia agar lebih mandiri dan memiliki daya saing global.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here