Home Cerita Chery Belum Bikin Pabrik karena Masih Betah Numpang di Handal

Chery Belum Bikin Pabrik karena Masih Betah Numpang di Handal

5
0

JAKARTA, AVOLTA – Chery Sales Indonesia (CSI) hingga kini masih merakit mobilnya melalui fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM) di kawasan Pondok Ungu, Bekasi. Pabrikan asal Tiongkok ini, diketahui memang belum memiliki pabrik sendiri di Tanah Air, dan masih betah memanfaatkan fasilitas milik pihak ketiga tersebut.

Menurut Direktur Penjualan PT Chery Sales Indonesia (CSI), Budi Darmawan, kerja sama dengan Handal ini, sejatinya memberikan nilai tambah bagi pemerintah dan ekonomi nasional.

“Karena tentunya dengan kita bekerjasama dengan Handal, Handal ini kan perusahaan lokal,” kata Budi saat ditemui di ajang GIIAS 2025, ICE BSD, Tangerang.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar kontrak produksi biasa. Kerja sama antara Chery dan Handal telah menjadi bagian penting dari ekosistem yang turut menggerakkan ekonomi domestik. Produksi yang terus meningkat juga turut menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.

“Kita terus naikkan produksi, tentunya yang menikmati ini adalah orang Indonesia sendiri, pekerja Indonesia dan kontribusi kepada ekonomi Indonesia,” jelasnya.

Meski demikian, Chery sebenarnya membuka peluang untuk membangun pabrik sendiri di Indonesia. Namun, langkah tersebut dinilai lebih berisiko mengganggu keberlangsungan operasional mitra lokal yang telah berjalan dan menyerap banyak tenaga kerja. Saat ini, kontribusi Chery terhadap Handal mencapai sekitar 3.000 unit per bulan.

“Bisa juga kita memikirkan investasi bangun pabrik sendiri, tapi kan akan ada yang di sini (Handal) setop. Kita kontribusi ke Handal itu sangat besar, 3.000 unit per bulan. Dengan itu kita tidak ingin terjadi PHK, dan memilih win-win,” ujar Budi.

Seluruh model Chery yang dijual di Indonesia saat ini diproduksi secara completely knocked down (CKD), bukan diimpor utuh (CBU). Strategi ini dipilih karena dinilai lebih memberikan nilai tambah kepada pemerintah Indonesia.

“Karena Chery bukan CBU, semua produk line up kita itu CKD. Jadi, kalau CBU itu beda, masukkan terus tapi tidak ada added value buat pemerintah,” pungkasnya.