Hyundai Gandeng BAIC Kembali Serius di Pasar Cina

BEIJING, AVOLTA – Hyundai Motor Company menggandeng BAIC Motor Corporation Limited untuk masuk pasar otomotif Cina. Kolaborasi ini mengucurkan nilai investasi senilai 1,1 miliar dollar AS atau setara Rp17,6 triliun.
Kerjasama ini dilakukan melalui pembentukan usaha patungan (joint venture) untuk memproduksi dan menjual mobil Hyundai di pasar otomotif terbesar dunia. Demikian dilansir Reuters, Senin (16/12/2024).
Melalui investasi yang dibagi rata antara Hyundai dan BAIC, kedua perusahaan memiliki target dapat meningkatkan daya saing yang kini menjadi medan perang paling sulit, apalagi BYD sejak 2018 sudah menguasai pasar mobil ramah lingkungan di Tiongkok.
“Kami berencana memperkenalkan lebih banyak produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen lokal,” tulis pertnyataan BAIC.
Mengacu data China Association of Automobile Manufacturers (CAAM), Hyundai hanya berhasil menjual 136.460 unit kendaraan selama sembilan bulan pertama tahun ini. Penjualan ini sebagian besar masih didominasi oleh mobil bermesin pembakaran internal (internal combustion engine atau ICE), dengan 34.179 unit di antaranya diekspor ke pasar luar negeri.
Secara keseluruhan, penjualan Hyundai di Cina menunjukkan tren negatif. Pada tahun 2022, Hyundai hanya berhasil menjual 249.000 unit, jauh dibandingkan puncak penjualan mereka pada 2016 yang mencapai lebih dari satu juta unit.
Tentunya melalui kolaborasi ini, Hyundai dan BAIC diharapkan dapat mengubah arah strategi dan menghadirkan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan pasar modern.
Apabila ke depannya Hyundai berhasil memanfaatkan momentum ini, usaha patungan ini bisa menjadi batu loncatan untuk kembali bersaing di pasar otomotif Cina yang semakin kompetitif.
