Indonesia Ditantang Punya Cetak Biru Mobil Listrik

JAKARTA, AVOLTA – Erick Thohir, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Ad Interim, sekaligus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) desak Indonesia untuk memiliki cetak biru terkait transisi mobil listrik.

Pertanyaan yang disampaikan, apakah akan beralih sepenuhnya menuju mobil listrik seperti Cina, atau berpindah secara perlahan, namun tetap menjadi pengimpor bahan bakar minyak (BBM).

“Ini yang saya challenge blueprint-nya, apakah mau 100 %  kayak di Cina atau 50 persen kayak di Indonesia. Kalau posisinya itu berarti apa? Industri combustion engine tetap diperlukan,” jelas Erick, disitat dari Liputan6.com, Rabu (13/12/2023).

Lanjut Erick, jika kendaraan BBM memang masih ada, maka ia ingin bahan bakar yang beredar beralih menuju nabati atau biofuel. Menurut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI ini, kelapa sawit dan tebu bisa jadi pilihan terbaik saat ini, sebagai bahan campuran atau biofuel.

“Pemerintah melalui Pertamina siap jadi offtaker untuk biofuel. Hilarisasinya kita turunkan. Jadi, kita tinggal switch kayak di kelapa sawit, kapan jadi biufuel kapan jadi gula, Ini saya berharap kita taruh kepentingannya semua di tengah,” tegasnya.

Dengan begitu, Erick menganggap hilirisasi jadi kunci utama untuk memainkan hal tersebut. Tugas itu pun bukan jadi tanggung jawab pemerintah semata, tapi juga memerlukan bantuan dari stakeholder lain misalnya pihak swasta dan investor.

“Jadi, saya men-challenge kita semua, terutama kami di BUMN, kita perbaiki diri kita. Kita tidak mau menyalahkan siapa-siapa. Kita ingin berkolaborasi tidak menjadi menara gading, tentu kita membangun stakeholder yang sehat. Ada private sector, investor, para sahabat petani yang membutuhkan kepastian,” tukasnya.

CATEGORIES
TAGS