Elon Musk Jumpa Anwar Ibrahim, Bicara Investasi Tesla

A Tesla Inc. Model S electric vehicle charges at a Supercharger station in Rubigen, Switzerland, on Thursday, Aug. 16, 2018. Tesla chief executive officer Elon Musk has captivated the financial world by blurting out via Twitter his vision of transforming Tesla into a private company. Photographer: Stefan Wermuth/Bloomberg via Getty Images

KUALA LUMPUR, AVOLTA – Pabrikan mobil listrik Amerika Serikat, Tesla terus mencari negara yang cocok untuk dijadikan tempat investasi di pasar Asia Tenggara. Setelah rumor menuju Indonesia dan Thailand, kini perusahaan milik Elon Musk tersebut membuka peluang untuk hadir di Malaysia.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim mengatakan akan bertemu Elon Musk, untuk membahas terkait investasi yang bisa dilakukan di Negeri Jiran tersebut.

“Minggu depan, Elon Musk meminta untuk berdiskusi dengan saya tentang kemungkinan dan komitmennya untuk meningkatkan investasinya di Malaysia,” ujar Anwar dalam pidatonya, dikutip dari Reuters, Minggu (9/7/2023).

Sementara itu, Kementerian Perdagangan Malaysia pada Maret 2023 mengatakan telah menyetujui untuk Tesla bisa melakukan impor mobil listriknya ke Malaysia. Selain itu, merek asal Negeri Paman Sam ini juga akan membuat kantor, ruang pamer, dan pusat layanan di negara tersebut dan membangun jaringan stasiun pengisian daya.

Kehadiran Tesla di Malaysia, diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan, dan tentu saja meningkatkan partisipasi perusahaan lokal untuk mendukung ekosistem Tesla.

Namun, Pemerintah Malaysia sendiri belum menjelaskan secara detail, kapan rencana untuk Tesla bisa masuk ke negaranya ini terealisasi. Sedangkan dari pihak Tesla, belum menanggapi permintaan untuk memberikan komentar terkait hal tersebut.

Sebelumnya, Tesla juga digadang-gadang bakal menanamkan investasi di Indonesia. Diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan, kesepakatan antara Indonesia dan Tesla telah mendekati selesai.

“Kita tidak boleh membuka, tapi berjalan. Mungkin minggu ini atau paling lambat minggu depan ada telephone conference mengenai final. Ya, saya bilang mendekati final dari perjanjian kita,” jelas Luhut, seperti dikutip dari Detik Finance, beberapa waktu lalu.

CATEGORIES
TAGS