Rolls-Royce Pilih Teknologi Fuel Cell untuk Masa Depan

Rolls-Royce pillih teknologi fuel cell hidrogen untuk teknologi masa depan. (Rolls-Royce)
JAKARTA, AVOLTA – Rolls-Royce mulai memikirkan teknologi yang cocok untuk diterapkan dalam era elektrifikasi di masa depan. Jenama otomotif asal Inggis itu nampaknya akan lebih memilih fuel cell hidrogen ketimbang battery electric vehicle (BEV).
CEO Rolls-Royce Torsten Muller Otvos menuturkan, penggunaan teknologi fuel cell hidrogen sebagai bahan bakar alternatif di masa depan. Tentunya hal ini didasari posisi unik Rolls-Royce dan karakter penggunaan konsumen.
“Saya pikir mesin pembakaran hidrogen bukanlah yang kami lihat, karena itu telah diuji bertahun-tahun. Kalau pun hidrogen yang bakal digunakan, maka teknologinya adalah fuel cell,” ungkap Torsten, seperti dilansir laman Autocar, Senin (19/6/2023).
Muller menjelaskan bahwa, teknologi fuel cell hidrogen tidak jauh berbeda dengan kendaraan listrik berbasis baterai murni. Letak perbedaannya hanya dari cara mendapatkan energinya.

Rolls-Royce Power Systems is committed to climate-neutral technologies: Rolls-Royce’s mtu fuel cell element celebrated its world premiere at the United Nations World Climate Change Conference in Glasgow towards the end of 2021. Rolls-Royce’s Power Systems division is currently developing solutions for stationary power supply based on fuel cells. The first site of operation will be the Port of Duisburg from 2023. In a lighthouse project there, the former coal island will be converted into a climate-neutral container terminal.
“Pastinya tidak mungkin memasang pengisian hidrogen di rumah. Kondisi ini membuat baterai konvensional unggul. Kebanyakan konsumen kami memiliki garasi besar dan ruang cukup untuk memasang perangkat, termasuk di area perkantoran,” kata dia.
Muller melanjutkan, tentunya langkah ini tidak akan terwujud dalam waktu yang singkat mengingat Rolls-Royce baru masuk segmen elektrifikasi dengan meluncurkan Spektre sebagai mobil listrik murni.
