Mobil Listrik Cina Tercekik Pajak Tinggi di Turkiye

Mobil Listrik asal Cina Dipatok Pajak Tinggi di Negara Ini (Motor1)
ANKARA, AVOLTA – Di saat negara lain berlomba-lomba untuk memberikan insentif penjualan mobil listrik termasuk di Indonesia, hal berbeda justru dilakukan oleh Turkiye. Konsumen justru harus merogoh kocek lebih dalam untuk meminang mobil listrik asal Cina.
Disitat dari Carscoops, Turkiye mematok bea cukai 40% untuk mobil listrik buatan Negeri Tirai Bambu. Bahkan, hal tersebut menjadi batu sandungan, di mana BYD baru saja melakukan penandatanganan nota kesepakatan dengan distributor lokal, ALJ Turkiye untuk memperluas pasar kendaraan listriknya.
Alasan pajak tinggi untuk mobil listrik asal Cina di Turkiye, adalah penjualan yang meningkat hampir tiga kali lipat pada 2022 lalu menjadi 7.733 unit.

Mobil listrik nasional Turkiye, Togg siap produksi. (IST)
Selain itu, alasan lain karena Turkiye akan memulai memproduksi mobil listrik pertamanya yang diproduksi secara lokal yakni Togg. Dengan langkah tersebut, maka banderol mobil listrik asal Tiongkok akan lebih mahal dibanding produk yang dimiliki oleh Turkiye itu sendiri.
Produk pertama mobil listrik Turkiye ini, disebutkan adalah SUV yang rencananya akan diluncurkan sebelum akhir 2023. Model tersebut perna ditampilkan dalam bentuk konsep pada 20219.
Selain itu, informasi lain menyebutkan jika mobil listrik asa Turkiye ini akan memiliki desain yang sama antara konsep dan produksi massal.
