Tanpa Insentif Mobil Listrik, BYD Siap Produksi di Indonesia Kuartal I 2026

JAKARTA, AVOLTA – Pemerintah berencana untuk menghentikan insentif untuk impor mobil listrik secara utuh (CBU) pada tahun depan. Dengan begitu, BYD Motor Indonesia, telah menyiapkan strategi untuk mengatasi hal tersebut, yaitu dengan melakukan perakitan secara lokal.
Dijelaskan Presiden Direktur BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, pihaknya telah menyiapkan strategis untuk bisa melakukan produksi secara lokal. Saat ini, jenama asal Tiongkok ini, memang tengah membangun fasilitas perakitan di Subang, Jawa Barat.
“Inilah sebabnya kami akan mengoperasikan pabrik kami di kuartal pertama tahun 2026,” ujar Eagle, saat media gathering di Sentul, Jawa Barat, Kamis (11/12/2025).
Pabrik BYD di Indonesia sendiri, memiliki kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun,d engan investasi sebesar Rp 11,2 triliun. Bahkan, Eagle memastikan, jika proses pembangunan pabriknya ini berjalan sesuai dengan rencana.
Selain persiapan pabrik, BYD sendiri juga terus memperluas jaringan dealernya, dari 80 cabang pada 2025, menjadi 150 cabang pada tahun depan.
Tidak hanya itu, Perusahaan ini turut berkomitmen memperluas infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik, termasuk bekerja sama dengan PLN untuk penyediaan home charger bagi konsumen.
