TANGERANG, AVOLTA – PT Toyota Astra Motor (TAM) memastikan Toyota Land Cruiser FJ akan resmi meluncur di pasar Indonesia pada tahun ini. Meski demikian, hingga saat ini perusahaan masih belum menetapkan harga jual SUV bergaya retro tersebut.
Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Bansar Maduma, menjelaskan, proses penentuan harga masih terus dilakukan. Menurutnya, perusahaan ingin memastikan banderol Land Cruiser FJ sesuai dengan karakter produknya sekaligus relevan dengan kondisi pasar otomotif nasional.
“Kita mencoba bagaimana benar-benar bisa fit dengan market,” ujar Bansar saat ditemui di sela ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, belum lama ini.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan Land Cruiser FJ dipasarkan dengan harga di bawah Rp 1 miliar, Bansar belum memberikan jawaban pasti.
Menurut dia, meski menjadi model dengan dimensi paling ringkas dalam keluarga Land Cruiser, proses pengembangannya tetap mengikuti standar yang sama seperti model Land Cruiser lainnya.
Karakter tangguh yang selama ini melekat pada nama Land Cruiser tetap menjadi fondasi utama kendaraan tersebut.
“Land Cruiser Series itu mempunyai product development yang lebih tough dibanding produk-produk Toyota lainnya,” kata Bansar.
Ia menambahkan, kemampuan penggerak empat roda serta kapabilitas melintasi berbagai medan menjadi bagian penting dari DNA Land Cruiser yang turut diterapkan pada Land Cruiser FJ. Faktor tersebut juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan harga jualnya.
“Karena kemampuan 4×4-nya, kemudian untuk menjelajah medan berat. DNA itulah yang jadi acuan pengembangan Land Cruiser FJ dan tentu berpengaruh terhadap harganya,” ujarnya.
Sejumlah pihak memperkirakan harga Land Cruiser FJ di Indonesia akan mengacu pada pasar Thailand, mengingat model tersebut sudah lebih dahulu dipasarkan di negara tersebut dengan harga mulai sekitar 1,269 juta baht atau setara sekitar Rp 680 jutaan.
Namun Toyota menilai perbandingan tersebut tidak bisa dijadikan patokan langsung. Bansar menjelaskan, struktur perpajakan di Thailand dan Indonesia berbeda sehingga harga jual kendaraan di kedua negara tidak dapat disamakan.
“Thailand dan Indonesia memiliki tax position yang berbeda. Yang pasti kami ingin menghadirkan produk ini dengan harga yang tepat untuk customer,” ujarnya.





