SHENZHEN, AVOLTA – BYD berencana membawa teknologi yang digunakan Racco, mobil listrik berukuran kecil yang dikembangkan khusus untuk pasar Jepang, ke pasar global. Teknologi tersebut bakal digunakan sebagai basis pengembangan kendaraan listrik ringkas untuk sejumlah negara, termasuk kawasan Eropa.
Menurut laporan yang dikutip CnEVPost dari Nikkei, Rabu (2/9/2026) BYD telah memutuskan memanfaatkan teknologi X-PACK yang pertama kali diterapkan pada Racco. Pengembangan model-model baru berbasis teknologi tersebut disebut akan dimulai secara lebih detail dan ditargetkan masuk pasar dalam beberapa tahun mendatang.
X-PACK menjadi salah satu teknologi penting pada Racco karena memungkinkan BYD menghemat ruang pada kendaraan berukuran kecil. Sistem ini mengintegrasikan sejumlah komponen kelistrikan utama, termasuk inverter, ke dalam satu paket baterai yang ditempatkan di bawah lantai kendaraan.
Pada kendaraan listrik konvensional, inverter dan sejumlah komponen kelistrikan lainnya biasanya ditempatkan di area depan kendaraan. Dengan memindahkan komponen tersebut ke dalam paket baterai, BYD dapat memanfaatkan ruang yang tersedia secara lebih efisien.
Pendekatan tersebut sangat penting untuk kendaraan berukuran kecil seperti K-Car Jepang. Regulasi K-Car membatasi dimensi kendaraan hingga panjang 3,4 meter, lebar 1,48 meter, dan tinggi 2 meter. Dengan ruang yang sangat terbatas, produsen harus mampu mengatur baterai, sistem kelistrikan, kabin, serta struktur keselamatan secara efisien.
BYD Racco sendiri memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.800 mm. Mobil listrik ini dikembangkan khusus untuk memenuhi karakteristik pasar Jepang dan resmi dijual pada 28 Juli 2026.
Teknologi yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar Jepang tersebut kini berpotensi menjadi modal BYD untuk memasuki segmen mobil listrik kecil di negara lain. Eropa menjadi salah satu kawasan yang disebut masuk dalam rencana ekspansi teknologi X-PACK.
Pasar Eropa dinilai memiliki peluang karena permintaan terhadap mobil listrik berukuran kecil dengan harga lebih terjangkau terus berkembang. Uni Eropa juga disebut tengah menyiapkan kategori kendaraan baru yang terinspirasi dari konsep K-Car Jepang.
Dalam skema tersebut, kendaraan listrik berukuran hingga 4,2 meter berpotensi memperoleh perlakuan khusus terkait subsidi maupun regulasi. Kondisi ini dapat memberikan ruang bagi BYD untuk mengembangkan mobil listrik ringkas dengan teknologi X-PACK.
Selain Eropa, teknologi yang berasal dari Racco juga berpotensi digunakan untuk kendaraan kecil di Asia Tenggara dan Amerika Selatan. Kedua kawasan tersebut dinilai memiliki kebutuhan terhadap kendaraan ringkas dengan harga yang relatif terjangkau.






