SEOUL, AVOLTA – Hyundai Motor Company menyiapkan strategi agresif untuk memperluas bisnisnya hingga 2030. Dalam gelaran CEO Investor Day di Seoul, Korea Selatan, mengumumkan rencana meluncurkan atau memperbarui lebih dari 100 model kendaraan secara global dalam empat tahun ke depan.
Strategi tersebut menjadi bagian dari target Hyundai untuk mencapai penjualan global 5,55 juta unit pada 2030, sekaligus meningkatkan porsi kendaraan elektrifikasi hingga 60% dari total penjualan.
Presiden sekaligus CEO Hyundai Motor Company, José Muñoz, mengatakan perusahaan memiliki fondasi yang kuat untuk terus melakukan investasi ketika sejumlah produsen lain mulai mengurangi ekspansi.
“Fondasi bisnis kami belum pernah sekuat ini. Hyundai Motor Group merupakan grup otomotif terbesar ketiga dan paling menguntungkan kedua di dunia, sehingga kami memiliki kemampuan untuk terus berinvestasi ketika perusahaan lain justru mulai mengurangi ekspansi,” ujar Muñoz melansir Carscoops, Jumat (28/8/2026).
Ia menambahkan, Hyundai akan menghadirkan lebih dari 100 model baru dengan pilihan sistem penggerak yang beragam hingga 2030. Perusahaan juga menargetkan margin laba operasional konsolidasi di atas 9%.
Dari lebih dari 100 model tersebut, Hyundai menyiapkan 58 produk untuk pasar Amerika Utara, 49 model di Korea Selatan, 41 model di Eropa, 26 model di India, serta 22 model untuk China. Sebagian di antaranya merupakan model baru yang akan masuk ke segmen yang sebelumnya belum ditempati Hyundai.
Sejumlah produk bahkan akan hadir dalam waktu dekat. Hyundai menyebut tujuh kendaraan baru akan diperkenalkan dalam delapan bulan mendatang, termasuk Elantra generasi terbaru, Ioniq 3, Tucson dan Tucson Hybrid generasi terbaru, serta Santa Fe dengan teknologi extended-range electric vehicle atau EREV.
Teknologi EREV menjadi salah satu bagian penting dalam strategi elektrifikasi Hyundai. Model EREV pertama Hyundai dijadwalkan meluncur mulai semester pertama 2027 dengan target jarak tempuh total lebih dari 965 kilometer.
Santa Fe EREV akan diproduksi di fasilitas Hyundai Motor Manufacturing Alabama, Amerika Serikat. Teknologi ini menggabungkan sistem penggerak listrik dengan generator yang berfungsi menghasilkan energi untuk baterai ketika dibutuhkan.
Selain EREV, Hyundai juga akan memperluas pilihan kendaraan hybrid. Di Amerika Utara, perusahaan menargetkan kendaraan hybrid menyumbang sekitar setengah dari penjualan pada 2030, dengan lebih dari 10 model hybrid yang akan tersedia di kawasan tersebut.
Hyundai juga akan memperluas kapasitas produksi global hingga tambahan 1,27 juta unit pada 2030. Dari jumlah tersebut, sekitar 500.000 unit berasal dari penambahan kapasitas di Amerika Utara, 320.000 unit di India, 250.000 unit melalui fasilitas CKD, dan 200.000 unit di Korea Selatan.
Khusus Amerika Utara, Hyundai menargetkan tingkat penggunaan komponen lokal lebih dari 80% pada 2030. Langkah ini sekaligus memperkuat basis produksi perusahaan di kawasan tersebut.
Di Eropa, Hyundai menargetkan kendaraan elektrifikasi mencakup 85% dari pasar yang dilayaninya pada 2030. Penjualan mobil listrik di kawasan tersebut ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 420.000 unit per tahun, dibandingkan sekitar 116.000 unit pada 2025.
Cina juga menjadi salah satu pasar yang ingin kembali diperkuat Hyundai. Perusahaan menargetkan penjualan lebih dari 500.000 kendaraan di negara tersebut pada 2030 melalui peluncuran produk baru, kerja sama lokal, serta perluasan jaringan diler.







