TOKYO, AVOLTA – Mitsubishi Motors mengumumkan rencana peluncuran 13 model baru secara global hingga 2031, dengan fokus utama pada kendaraan elektrifikasi dan model berkarakter petualang yang menjadi ciri khas merek tersebut.
Mengutip Carscoops, Jumat (5/6/2026) strategi baru ini menjadi bagian dari target Mitsubishi untuk meningkatkan penjualan global sekaligus memperkuat posisinya di berbagai pasar utama.
Dari total 13 model yang akan diperkenalkan, lima di antaranya merupakan hybrid (HEV), lima model plug-in hybrid (PHEV), dan tiga kendaraan listrik murni (BEV). Komposisi tersebut menunjukkan bahwa Mitsubishi belum sepenuhnya meninggalkan mesin pembakaran internal, tetapi memilih pendekatan elektrifikasi yang lebih bertahap.
Salah satu sorotan terbesar dalam rencana tersebut, yaitu kembalinya nama Pajero. SUV legendaris yang pernah menjadi ikon reli Dakar itu akan lahir kembali sebagai model flagship dengan konstruksi ladder frame yang dikembangkan dari basis pikap Triton.
Mitsubishi juga mengisyaratkan bahwa Pajero tidak akan hadir sebagai satu model saja, melainkan berkembang menjadi sebuah keluarga kendaraan.
Selain Pajero ukuran penuh, perusahaan juga menyiapkan SUV ringkas dan SUV berukuran lebih kecil yang akan menggunakan nama Pajero. Bahkan, salah satu model disebut-sebut akan bermain di segmen kei car yang sangat populer di Jepang.
Langkah ini menunjukkan bahwa Mitsubishi ingin memanfaatkan kekuatan merek Pajero untuk menjangkau lebih banyak segmen konsumen.
Tak hanya SUV, Mitsubishi memastikan akan kembali masuk ke segmen pikap di Amerika Utara melalui kolaborasi dengan Nissan. Model tersebut akan dibangun menggunakan platform ladder frame generasi baru Nissan dan diproduksi di Amerika Serikat.
Kehadiran pikap baru ini menjadi langkah penting karena Mitsubishi sudah lama tidak memiliki produk di segmen tersebut untuk pasar Amerika Utara.
Di Jepang, kerjasama Mitsubishi dan Nissan juga akan berlanjut pada pengembangan kei car, termasuk model bermesin bensin dan kendaraan listrik. Kolaborasi ini diharapkan mampu menekan biaya pengembangan sekaligus mempercepat peluncuran produk baru di tengah persaingan industri yang semakin ketat.



