SHANGHAI, AVOLTA– Pasar otomotif Cina kembali mencetak tonggak sejarah baru dalam era elektrifikasi kendaraan. Tingkat penetrasi kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) di Tiongkok mencapai 61,4 % pada April 2026, menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah industri otomotif negara tersebut.
Istilah NEV di Cina mencakup kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV), plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), hingga extended-range electric vehicle (EREV).
Melansir CarnewsChina, Jumat (15/5/2026) lonjakan penetrasi tersebut menunjukkan bahwa mayoritas konsumen mobil baru di Tiongkok mulai beralih dari kendaraan bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE) ke kendaraan elektrifikasi.
Data dari China Passenger Car Association (CPCA) menyebut total penjualan retail mobil penumpang di Tiongkok selama April 2026 mencapai sekitar 1,384 juta unit. Dari jumlah tersebut, kendaraan NEV menyumbang sekitar 849 ribu unit atau setara 61,4 % pangsa pasar.
Sebaliknya, penjualan mobil berbahan bakar bensin dan diesel mengalami penurunan tajam. Segmen ICE hanya mencatat penjualan sekitar 530 ribu unit pada April 2026, turun sekitar 37 % dibanding periode yang sama tahun lalu dan merosot 33 % dibanding bulan sebelumnya.
CPCA bahkan menyebut penurunan tersebut sebagai “collapse-style decline” atau penurunan bergaya kolaps.
Fenomena ini memperlihatkan perubahan besar dalam industri otomotif Cina yang kini semakin agresif bergerak menuju elektrifikasi penuh. Produsen lokal seperti BYD, Geely, SAIC Motor, hingga Chery terus mendorong pertumbuhan kendaraan listrik dan hybrid melalui teknologi baru, harga kompetitif, hingga inovasi pengisian cepat.
Dalam beberapa pekan terakhir saja, sejumlah produsen Cina mulai memperkenalkan teknologi generasi baru untuk kendaraan listrik mereka. BYD misalnya mulai memperkenalkan Blade Battery generasi kedua dengan kemampuan flash charging pada model-model terbaru seperti BYD Atto 3 dan Denza N9.
Selain itu, model kendaraan listrik murah seperti BYD Seagull juga semakin mempercepat adopsi EV di China berkat harga yang semakin terjangkau.
Dominasi kendaraan energi baru di Cina sebenarnya sudah terlihat sejak 2024 ketika tingkat penetrasi NEV mendekati 50 %. Namun dalam waktu kurang dari dua tahun, angka tersebut melonjak hingga melampaui 60 %.
Sebagai informasi, Tiongkok saat ini menjadi pasar kendaraan listrik terbesar di dunia dengan kontribusi lebih dari 70 % produksi EV global. Pemerintah Cina juga terus mendorong percepatan elektrifikasi melalui insentif, pembangunan infrastruktur pengisian daya, hingga kebijakan industri kendaraan energi baru.



