Home Cerita Jeep Bakal Semakin Kental Rasa India

Jeep Bakal Semakin Kental Rasa India

2
0


PUNE, AVOLTA
– Grup Stellantis dikabarkan tengah menyiapkan SUV Jeep terbaru yang akan menggunakan platform milik Tata Motors. Model anyar tersebut dijadwalkan meluncur pada 2028 dan bakal diproduksi di India untuk pasar domestik maupun ekspor.

Rencana ini merupakan bagian dari strategi besar Stellantis dalam roadmap “FaSTLAne 2030” yang menitikberatkan pada efisiensi investasi, kolaborasi teknologi, serta penguatan basis produksi di kawasan Asia Pasifik.

Mengutip Rushlane, Selasa (26/5/2026) India disebut bakal memainkan peran penting sebagai pusat manufaktur dan ekspor global untuk produk-produk Jeep dan Citroen di masa depan.

Dalam presentasi Investor Day 2026 milik Stellantis, perusahaan mengonfirmasi akan mengembangkan SUV Jeep baru melalui joint venture bersama Tata Motors.

Model tersebut nantinya akan diproduksi di fasilitas Ranjangaon dekat Pune, India, yang saat ini memang sudah menjadi basis produksi bersama Tata Motors dan Stellantis.

Pabrik tersebut saat ini memproduksi sejumlah model seperti Jeep Compass, Jeep Meridian, hingga Tata Nexon. Kolaborasi antara Tata Motors dan Stellantis sendiri sebenarnya sudah berlangsung lebih dari 20 tahun melalui kerjasama manufaktur dan produksi mesin.

Meski Stellantis belum mengungkap platform yang akan digunakan, sejumlah laporan menyebut SUV baru Jeep itu kemungkinan memakai platform modular ARGOS milik Tata Motors yang juga digunakan pada Tata Sierra terbaru.

Platform tersebut dinilai fleksibel karena mendukung berbagai jenis bodi, sistem penggerak, hingga opsi mesin bensin, hybrid, dan kendaraan listrik penuh.

Strategi penggunaan platform Tata Motors dinilai menjadi langkah penting bagi Jeep untuk menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan tingkat kandungan lokal di India. Berbeda dengan produk Jeep saat ini yang masih banyak mengandalkan komponen impor, SUV baru tersebut diperkirakan akan memiliki tingkat lokalisasi jauh lebih tinggi sehingga harga jual bisa lebih kompetitif.

Selain untuk pasar India, SUV Jeep berbasis Tata ini diproyeksikan diekspor ke lebih dari 50 negara. Bahkan perusahaan memperkirakan potensi nilai ekspor dari strategi APAC mereka bisa melampaui 60 miliar euro sepanjang siklus bisnis produk.

Jeep juga disebut ingin menjadikan India sebagai pusat pengembangan kendaraan energi baru dengan biaya produksi lebih rendah dibanding basis manufaktur di Eropa maupun Amerika Utara. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Stellantis memperkuat daya saing global di tengah ketatnya persaingan industri otomotif dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here