Home Cerita CATL Mau Suntik Dana Besar ke DeepSeek

CATL Mau Suntik Dana Besar ke DeepSeek

NINGDE, AVOLTA – Produsen baterai kendaraan listrik terbesar dunia, CATL, dikabarkan tengah bersiap melakukan investasi ke perusahaan kecerdasan buatan asal Cina, DeepSeek.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa CATL mulai memperluas bisnisnya dari industri baterai kendaraan listrik menuju sektor infrastruktur AI yang sedang berkembang pesat.

Menurut laporan The Information yang dikutip CnEVPost, Senin (25/5/2026), CATL berencana ikut dalam putaran pendanaan perdana DeepSeek yang saat ini sedang berlangsung. Pendanaan tersebut disebut menargetkan dana hingga 50 miliar yuan atau sekitar Rp 113 triliun dan kemungkinan rampung pada Juni 2026.

Apabila berhasil terealisasi, valuasi DeepSeek diperkirakan bisa menembus 350 miliar yuan atau sekitar Rp 793 triliun.

Masuknya CATL ke DeepSeek bukan tanpa alasan. Perusahaan baterai asal Ningde, Cina itu kini mulai melihat peluang besar dari lonjakan kebutuhan energi untuk pusat data AI dan komputasi berskala besar.

CATL disebut tengah membidik bisnis penyediaan perangkat kelistrikan dan sistem energi untuk data center AI yang membutuhkan suplai daya sangat besar.

Selain CATL, beberapa raksasa teknologi Cina seperti JD.com dan NetEase juga dikabarkan sedang menjajaki peluang investasi di DeepSeek. Namun hingga kini detail final terkait besaran investasi maupun komposisi investor masih bisa berubah.

Nama DeepSeek sendiri mulai mencuri perhatian global setelah merilis model AI open-source R1 pada Januari 2025. Model tersebut diklaim mampu menghadirkan performa tinggi dengan biaya pelatihan jauh lebih rendah dibanding pesaing asal Amerika Serikat.

Pada pengembangan terbarunya, DeepSeek juga mengoptimalkan model V4 agar kompatibel dengan chip Huawei Ascend 950PR. Integrasi antara perangkat lunak dan perangkat keras buatan Cina ini disebut menjadi salah satu fokus penting dalam pengembangan AI nasional negara tersebut.

Sebelumnya, Financial Times juga melaporkan bahwa dana investasi semikonduktor milik pemerintah Cina tengah memimpin pembicaraan pendanaan DeepSeek dengan valuasi sekitar US$45 miliar. Investor lain seperti Tencent dan Alibaba juga disebut tertarik mengambil bagian dalam perusahaan AI tersebut.

Di sisi lain, DeepSeek kini tengah mempercepat monetisasi bisnis dan pengembangan infrastrukturnya. Perusahaan itu bahkan berencana membangun pusat data besar di Ulanqab, Mongolia Dalam, wilayah yang dikenal memiliki suhu rendah dan pasokan listrik melimpah sehingga cocok untuk operasional server AI skala besar.