TOKYO, AVOLTA – BYD semakin serius memperluas pengaruhnya di Jepang. Hal tersebut dibuktikan dengan membajak mantan insinyur senior Nissan yang selama puluhan tahun terlibat dalam pengembangan kei car populer seperti Dayz dan Sakura EV.
Tokoh yang direkrut, yaitu Hirohide Tagawa, seorang veteran Nissan yang dikenal luas di internal perusahaan sebagai salah satu sosok penting di balik pengembangan mobil mungil khas Jepang.
Menurut laporan Nikkei yang dikutip CarnewsChina, Rabu (20/5/2026) Tagawa kini ikut terlibat dalam proyek pengembangan BYD Racco, mobil listrik mungil yang dirancang khusus untuk pasar Jepang.
Keputusan BYD merekrut mantan pengembang Nissan Sakura dinilai sebagai langkah strategis. Sebab, pasar kei car Jepang dikenal sangat sulit ditembus produsen asing. Selama ini segmen tersebut didominasi merek lokal seperti Suzuki, Daihatsu, Honda, dan Nissan.
Tagawa disebut memiliki pengalaman sekitar 25 hingga 30 tahun di Nissan dan banyak terlibat dalam strategi pengembangan mobil kecil perusahaan tersebut sejak era 1990-an. Ia juga diketahui ikut berkontribusi dalam pengembangan Dayz dan program kendaraan listrik kei car Nissan yang kemudian melahirkan Sakura EV pada 2022.
Dengan pengalaman tersebut, BYD berharap Racco bisa benar-benar sesuai dengan kebutuhan konsumen Jepang, bukan sekadar adaptasi mobil global yang diperkecil.
Mobil ini memang dikembangkan khusus mengikuti regulasi kei car Jepang, termasuk efisiensi kabin, biaya produksi, hingga kemudahan penggunaan di area perkotaan padat.
Racco dijadwalkan meluncur di Jepang pada musim panas atau musim gugur 2026. Mobil listrik mungil ini diperkirakan dibanderol sekitar 2,5 hingga 2,6 juta yen atau setara Rp 280 jutaan.
Harga tersebut akan langsung berhadapan dengan Nissan Sakura dan Mitsubishi eK X EV yang saat ini cukup dominan di pasar EV kei car Jepang.
Secara spesifikasi, Racco disebut menggunakan baterai sekitar 20 kWh dengan jarak tempuh kurang lebih 180 km berdasarkan standar WLTC Jepang. Mobil ini juga dikabarkan mendukung pengisian cepat DC hingga 100 kW dan memakai desain boxy tinggi khas kei car Jepang dengan pintu geser untuk memaksimalkan ruang kabin.
Pasar kei car memang menjadi target menarik bagi BYD. Pada 2024 saja, penjualan kei car di Jepang mencapai lebih dari 1,5 juta unit atau sekitar sepertiga total pasar mobil nasional. Dominasi pasar tersebut membuat BYD melihat peluang besar untuk memperluas bisnis kendaraan listriknya di Jepang.



