Xiaomi Menolak Bikin Mobil Listrik Murah

Pabrik Xiaomi produksi EV di Cina. (xiaomi)

BEIJING, AVOLTA – Ketika persaingan ketat mobil listrik murah di Cina, Xiaomi justru mengambil arah berbeda dengan menegaskan tidak akan ikut bermain di segmen harga terjangkau.

Perusahaan teknologi tersebut memilih fokus pada pengembangan kendaraan listrik berteknologi tinggi, meski harus dipasarkan dengan harga lebih mahal. Demikian mengutip CarnewsChina, Senin (20/4/2026).

CEO Xiaomi, Lei Jun menyatakan perusahaan tidak memiliki rencana untuk memproduksi kendaraan listrik dengan harga di bawah 100.000 yuan atau sekitar Rp 220 jutaan dalam beberapa tahun ke depan.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Lei Jun dalam siaran langsung terkait uji ketahanan model Xiaomi SU7 pada 17 April 2026.

Menanggapi pertanyaan soal kemungkinan masuk ke segmen kendaraan listrik murah, ia menegaskan bahwa pengembangan mobil listrik modern, terutama yang mengandalkan teknologi pintar membutuhkan biaya yang sangat besar sehingga sulit untuk menekan harga hingga level bawah.

Menurut Lei Jun, meningkatnya biaya pengembangan teknologi kendaraan pintar menjadi faktor utama di balik keputusan ini. Sistem seperti autonomous driving, integrasi software, hingga perangkat keras canggih membuat biaya produksi mobil listrik Xiaomi jauh lebih tinggi dibandingkan mobil konvensional atau EV sederhana di kelas bawah.

Ia juga mengungkapkan bahwa generasi terbaru Xiaomi SU7 mengalami lebih dari 100 peningkatan dibanding versi sebelumnya. Hal ini berdampak pada kenaikan biaya material yang mencapai hampir 20.000 yuan.

Meski begitu, Xiaomi hanya menaikkan harga jual sekitar 4.000 yuan, sebagai upaya menjaga daya saing tanpa membebani konsumen secara berlebihan.

Strategi ini menunjukkan arah bisnis Xiaomi di industri otomotif yang menitikberatkan pada kualitas teknologi dan pengalaman pengguna. Dibandingkan memproduksi mobil listrik murah dengan fitur terbatas, Xiaomi justru ingin menghadirkan kendaraan dengan kemampuan pintar yang kompetitif, meski konsekuensinya harga menjadi lebih tinggi.

CATEGORIES
TAGS