India Percepat Elektrifikasi: Pajak EV Gratis, Hybrid Dapat Keringanan

Asapi Jepang, India Jadi Pasar Mobil terbesar Ketiga di Dunia (economictimes)
NEW DELHI, AVOLTA – Pemerintah India, khususnya Delhi tengah menyiapkan kebijakan baru untuk mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan melalui draft EV Policy 2026–2030.
Melansir laman Motorbeam, Kamis (16/4/2026) regulasi ini dirancang untuk mendorong penggunaan mobil listrik sekaligus memberikan insentif terbatas bagi kendaraan hybrid, sebagai bagian dari transisi menuju mobilitas rendah emisi.
Salah satu poin utama dalam draft tersebut, yaitu pemberian insentif pajak yang cukup agresif untuk mobil listrik. Kendaraan listrik dengan harga hingga 30 lakh rupee atau sekitar Rp570 jutaan berpotensi mendapatkan pembebasan penuh biaya pajak jalan dan biaya registrasi hingga tahun 2030.
Namun, insentif ini tidak berlaku untuk model dengan harga di atas batas tersebut, yang menunjukkan fokus pemerintah pada segmen pasar massal.
Menariknya, kebijakan ini juga mulai memberikan ruang bagi kendaraan hybrid, khususnya jenis strong hybrid. Dalam draft tersebut, mobil hybrid di kisaran harga yang sama akan mendapatkan potongan hingga 50% untuk pajak jalan dan biaya registrasi.
Regulasi ini menjadi langkah baru, mengingat sebelumnya kendaraan hybrid tidak mendapatkan dukungan signifikan dibandingkan mobil listrik murni.
Selain insentif pajak, pemerintah juga mengusulkan program berbasis scrappage atau penghapusan kendaraan lama. Konsumen yang membeli mobil listrik baru dan menukarkan kendaraan lama berstandar BS-IV atau lebih tua berpeluang mendapatkan insentif tambahan hingga sekitar 1 lakh rupee.
Program ini bertujuan mempercepat penghapusan kendaraan beremisi tinggi dari jalan raya. Di sisi lain, kebijakan ini juga mencerminkan pendekatan yang lebih fleksibel dalam proses elektrifikasi.
Meski mobil listrik tetap menjadi fokus utama, kehadiran insentif untuk hybrid menunjukkan bahwa pemerintah melihat teknologi ini sebagai solusi transisi sebelum adopsi EV sepenuhnya merata.
Dengan berbagai insentif dan aturan baru yang diusulkan, draft EV Policy 2026–2030 diharapkan mampu mempercepat peralihan menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan, sekaligus menjaga keseimbangan antara kebutuhan industri dan kesiapan pasar.
