Ekspor Hyundai Mandek Imbas Perang Timur Tengah

Tampilan Hyundai Santa Fe Generaasi Terbaru Berubah Total (Gear Patrol)
JAKARTA, AVOLTA – Hyundai Motor mengungkapkan adanya gangguan pengiriman ekspor karena perang yang terjadi di Timur Tengah. Jenama asal Korea Selatan tersebut, menyebutkan pengiriman mobil ke wilayah Eropa dan Afrika Utara, yang biasanya melewati wilayah yang kini terjadi konflik mengalami hambatan.
Disitat dari Reuters, situasi tersebut memperlihatkan tekanan besar terhadap rantai pasok global, seiring terganggunya rute pelayaran utama akibak konflik tersebut.
Gangguan ini tidak hanya memperlambat distribusi kendaraan, tetapi juga mendorong kenaikan biaya logistik secara signifikan. Selain itu, keterlambatan pengiriman turut memberi tekanan tambahan bagi produsen otomotif dan para pemasok komponennya.
Sementara itu, untuk mengatasi masalah tersebut, Hyundai bersama pemasok dan pemerintah Negeri Ginseng tengah berupaya untuk meminimalkan dampak yang lebih luas. Bahkan, divisi logistik Hyundai Glovis, terpaksa mengubah jalur distribusi serta menahan pengiriman di lokasi alternatif, karena beberapa rute di Timur Tengah tidak dapat diakses.
Sebagai solusi sementara, sejumlah pengiriman dialihkan ke hub transit seperti Sri Lanka. Namun, langkah ini juga memicu penumpukan kargo dan memperpanjang waktu pengiriman, karena perusahaan masih menunggu kondisi rute kembali normal sebelum melanjutkan distribusi.
Meski ekspor Korea Selatan secara keseluruhan mencatat lonjakan pada Maret 2026, pengiriman ke kawasan Timur Tengah justru anjlok hingga 49 %. Di sisi lain, penjualan global Hyundai tercatat mencapai 358.759 unit pada Maret, turun 2,3 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
